Kompas.com - 29/11/2020, 20:58 WIB

Para responden melaporkan sendiri semua informasi ini, termasuk riwayat gagal jantung mereka, yang juga dikonfirmasi oleh perawat dan prosedur rumah sakit.

Secara keseluruhan, kebiasaan tidur yang paling sehat dikaitkan dengan risiko gagal jantung 42 persen lebih rendah.

Bahkan, angka tersebut termasuk setelah disesuaikan dengan faktor risiko seperti diabetes dan penggunaan obat.

"Ini adalah temuan terpenting," kata penulis studi yang juga Direktur Pusat Penelitian Obesitas Universitas Tulane, Dr Lu Qi.

"Penelitian kami adalah yang pertama menggabungkan lima kebiasaan ini dalam skor tidur baru dan yang pertama menganalisis skor itu dengan risiko gagal jantung."

"Riset sebelumnya hanya menganalisis perilaku individu, bukan perilaku gabungan," lanjut dia.

Dalam rilis studi tersebut juga dijelaskan, risiko gagal jantung delapan persen lebih rendah pada orang yang bangun pagi.

Lalu, 12 persen lebih rendah pada mereka yang tidur antara 7-8 jam per malam.

Kemudian, 17 persen lebih rendah pada mereka yang tidak mengalami insomnia, dan 34 persen lebih rendah pada mereka yang tidak mengalami kantuk di siang hari.

Penelitian ini bersifat observasi dan menggunakan data yang dilaporkan sendiri. Sehingga, metode ini memang kurang dapat diandalkan untuk mengumpulkan data.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.