Kompas.com - 02/12/2020, 15:15 WIB
Ilustrasi stres dan gangguan kecemasan tuaindeedIlustrasi stres dan gangguan kecemasan
|
Editor Wisnubrata

"Melakukan percakapan langsung dengan supervisor tentang bagaimana mengkomunikasikan pemikiran kita akan menjadi cara yang baik untuk mendapatkan kejelasan, jika memungkinkan," imbuh dia.

Baca juga: Mindfulness, Kiat Tetap Asyik di Tengah Lingkungan Kerja yang Toxic

9. Kita jadi berubah

Jika teman dan keluarga berkomentar tentang adanya perubahan suasana hati atau sikap kita sejak bekerja, pasti pekerjaan ini toxic.

Faktanya, mereka tentu akan memerhatikan perubahan negatif dalam suasana hati atau perilaku yang kita tunjukkan.

"Kadang-kadang efek dari tempat kerja yang beracun bisa lebih nyata bagi orang lain daripada bagi diri sendiri," katanya lagi.

Memang mudah untuk bersikap defensif, tetapi cobalah untuk mendengarkan apa yang mereka amati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mintalah umpan balik yang berkelanjutan, dan gunakan dukungan mereka untuk mengelola stres di tempat kerja.

10. Tidak dapat mengutarakan masalah

Jika pendapat kita tidak pernah diterima atau kita sangat sulit menyampaikan ide, maka kemungkinan kamu berada dalam situasi kantor yang toxic.

Lingkungan seperti ini membuat kita tidak bisa berkembang, dan justru berpotensi memunculkan kelompok perlawanan atau pembangkang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.