Kompas.com - 03/12/2020, 08:44 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

2. Berpikiran negatif

Orangtua dapat memiliki kecenderungan untuk tersesat dalam pikiran mereka sendiri dan  ini menghasilkan respons negatif pada interaksinya dengan anak.

Seorang pakar psikologi anak dan penulis 10 Days to a Less Defiant Child, Jeffrey Bernstein, PhD mengatakan, pikiran orangtua sering kali menjadi akar dari perilaku negatif pada anak.

Dengan mengubah pemikiran "Dia anak yang sangat nakal" menjadi "Dia mengalami masa-masa sulit hari ini saya ingin tahu apa yang terjadi."  Hal itu dapat berdampak besar pada interaksi dengan anak-anak.

Baca juga: Balita Sering Memukul Ketika Marah, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

3. Tidak bisa mengelola stres

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Polah tingkah anak-anak memang kerap menimbulkan stres. Tetapi mengenali apa saja yang jadi pemicunya dan melakukan pencegahan, bisa membuat hidup sedikit lebih mudah. 

Misalnya, jika anak sering berlama-lama saat sarapan sehingga terlambat ke sekolah, coba jadwalkan waktu sarapan lebih awal atau set alarm lebih pagi agar anak tidak terburu-buru mempersiapkan diri.

Selain itu, orangtua juga perlu membahagiakan diri sendiri agar bisa mendidik anak-anak dengan bahagia. 

Baca juga: Jangan Bingung, Ini Tips Sederhana Memberikan Edukasi Seks ke Anak

4. Merendahkan teman bermain anak

Mengekspresikan kritik atau merendahkan teman-teman anak hanya akan membawa hasil yang toksik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X