Kompas.com - 26/01/2021, 16:25 WIB
Ilustrasi gorden kamar tidur. PIXBAY/PEXELSIlustrasi gorden kamar tidur.

KOMPAS.com - Pilihan desain interior, seperti jenis dan warna gorden yang dipakai di kamar tidur -ternyata, dapat memengaruhi kualitas tidur.

Secara sederhana, pilihan gorden akan berdampak pada kondisi fisik dan mental penghuninya.

Berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan di Sleep Foundation, cahaya merupakan faktor eksternal (dari luar) yang bisa memengaruhi tidur.

Baca juga: Pakai Tirai Kamar Mandi untuk Gorden Rumah, Mungkinkah?

Jadi, fungsi gorden bukanlah sekadar menutup jendela, melainkan juga berperan penting dalam ritme sirkadian tubuh manusia.

Secara tidak langsung, gorden mampu memberi sinyal kapan tubuh kita memerlukan istirahat.

Para ahli lantas memberi saran mengenai cara memilih gorden untuk kamar tidur, demi mendukung kualitas istirahat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para ahli tersebut adalah Meg Piercy, pendiri dan pemilik MegMade, Kathryn Emery, ahli perbaikan rumah dan gaya hidup, serta Brooke McReynolds, desainer senior di Modsy.

"Biasanya, gorden harus dipasang 10-15 centimeter di atas bingkai jendela," sebut Emery.

"Jika ukuran standar tidak cocok, kita sebaiknya mencari gorden yang dapat disesuaikan," sambung dia.

Baca juga: Makan Sesuai Ritme Sirkadian Tubuh Efektif Turunkan Berat Badan

Piercy mengatakan tirai yang bernuansa gelap cenderung menjadi pilihan baik untuk kamar tidur.

"Tirai tak tembus cahaya -blackout, biasanya lebih disukai untuk kamar tidur, terutama di kamar anak atau orang yang peka terhadap cahaya," kata dia.

1. Bahan kain gorden

Ketika memilih gorden atau tirai, mulai dengan memilih bahan katun.

"Katun itu ringan, memiliki kemampuan bernapas (breathable), dan mudah dirawat," kata Emery.

Demi memudahkan pencucian kain, sebaiknya memilih kain gorden yang bisa dibersihkan dengan mesin cuci.

Namun, untuk kesan mewah, tidak ada salahnya mencoba kain yang lebih berat dan bertekstur seperti sutra.

"Bahan sutra memungkinkan cahaya masuk untuk tampilan yang mewah. Namun, perawatannya lebih sulit dan harganya mahal," lanjut Emery.

"Sutra akan menunjukkan kerusakan akibat air dan sinar UV lebih cepat dibandingkan kain lain."

Pilihan lain yang dapat dipertimbangkan adalah kain berbahan beludru.

"Bahan beludru berat dan sangat baik untuk menutup ruangan dari udara dingin dan cuaca panas yang terik," kata Emery.

McReynolds juga sepakat, gorden berbahan beludru cocok bagi orang yang terbiasa tidur larut malam atau ruangannya terpapar sinar matahari langsung.

Baca juga: Ini Waktu Berjemur yang Baik di Bawah Sinar Matahari

"Namun merawat kain beludru tidak mudah," sebut Piercy.

"Meskipun beludru adalah kain yang bagus, beludru bisa menumpuk debu dengan mudah," tutur dia.

Kain poliester cenderung lebih murah dan terlihat lebih mencolok.

"Poliester ramah anggaran, tidak membutuhkan perawatan berlebih, dan cocok untuk orang yang baru pertama kali membeli rumah," kata McReynolds.

Namun, dia menambahkan, kain poliester lebih mudah terbakar dan menyerap bau.

Kendati demikian, kamar tidur merupakan salah satu ruangan di rumah yang nyaris tidak bersinggungan langsung dengan nyala api atau aroma yang menyengat seperti dapur.

Jika ingin menggunakan bahan ramah lingkungan, pilih tirai kamar tidur berbahan linen.

"Linen ramah lingkungan dan dikenal dapat mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Jika kamar tidur kita cenderung lembap, ini pilihan yang bagus," ucap McReynolds.

Baca juga: 4 Penyebab Sering Menguap Padahal Sudah Cukup Tidur

Kekurangan kain linen, kata Emery, terletak pada harganya yang lebih mahal dari kain katun dan lebih mudah kusut.

2. Warna dan pola

"Pikirkan warna apa yang akan melengkapi ruangan kita," kata Piercy.

"Dalam berbagai kasus, warna sejuk (cool tone) bisa dipasangkan bersama warna-warna sejuk lain dengan baik, dan sebaliknya."

Sedangkan, Emery menganjurkan untuk tidak menggunakan warna cerah jika kamar tidur terkena paparan sinar matahari.

"Cahaya matahari akan memudarkan warna seiring waktu," kata dia.

Pada tirai yang memiliki motif tertentu, McReynolds menyebut kita harus memperlakukan tirai bermotif tersebut layaknya wall art atau karya seni yang menempel di tembok.

"Tirai berpola dapat memiliki efek yang sama seperti karya seni, jadi ingatlah hal itu selama proses memilih gorden," kata dia.

3. Memilih batang/tiang gorden

"Saya suka memilih batang gorden yang lebih tebal karena dapat menahan beban kain apa pun dan memberikan tampilan yang lebih baik," ujar Piercy.

Sementara, menurut Emery, tiang gorden harus senada dengan gorden yang dipilih.

"Tirai sutra atau satin cocok dengan tiang gorden berbahan besi atau kayu, sementara tirai linen kasar bagus dipadukan bersama tiang gorden kayu atau logam."

4. Header gorden

McReynolds memberikan beberapa gaya berbeda untuk header style pada gorden di kamar tidur, salah satunya lipatan cubit (pinch pleats).

Baca juga: Hindari 6 Kebiasaan Buruk Ini Agar Tidur Lebih Nyenyak

"Ini adalah tampilan klasik yang sempurna untuk kamar tidur elegan dan bergaya tradisional."

"Atau header grommet di mana cincin logam dipasang di bagian atas kain, kemudian dimasukkan batang gorden," tutur dia.

Opsi terakhir adalah gaya gathers.

"Gaya ini adalah standar yang memiliki lipatan tidak jelas di sepanjang bagian atas tirai. Tampilannya lebih bagus untuk jendela berukuran lebih kecil."



Sumber MSN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.