Kompas.com - 09/04/2021, 11:52 WIB
|
Editor Wisnubrata

Gangguan tidur lainnya dan ADHD

Dalam sebuah studi penelitian yang dimuat ke dalam jurnal Pediatrics, dokter menanyakan kepada para orangtua perihal kebiasaan tidur anak mereka dan gejala ADHD.

Kemudian, para peneliti memilih sampel anak-anak dengan gejala ADHD yang dilaporkan dan membuat kelompok kontrol untuk diteliti dalam studi tidur semalam.

Berdasarkan penelitian itu, hampir 25 persen anak dengan gejala ADHD juga menunjukkan gejala gangguan tidur atau sleep apnea, yang menyebabkan anak kekurangan oksigen saat tidur.

Anak-anak dengan gejala ADHD yang parah juga mengalami gangguan tidur selama siklus rapid eye movement (REM).

Dalam kedua kasus tersebut, gangguan tidur ini tampaknya menyebabkan peningkatan hiperaktif.

Dengan kata lain, gangguan tidur justru berujung pada timbulnya gejala ADHD.

Peneliti menemukan bahwa anak-anak yang menerima pengobatan untuk sleep apnea atau gangguan tidur lainnya melihat gejala ADHD yang dialami anak hampir semuanya menghilang.

Berdasarkan penelitian ini, banyak ahli medis memercayai kita mungkin terlalu cepat mendiagnosis ADHD pada anak-anak.

Sebaliknya, dokter harus terlebih dahulu memeriksa kemungkinan penyebab lain, seperti gangguan tidur.

Baca juga: Jangan Asal Percaya, Ini Mitos dan Fakta Penyebab ADHD pada Anak

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Moms
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.