Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/05/2021, 09:05 WIB

KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, istilah Blue Poop Challenge ramai dibincangkan di media sosial.

Seperti namanya, itu mengacu pada kotoran yang berwarna biru.

Tapi, apa itu Blue Poop Challenge?

Kotoran atau feses manusia memang memiliki bentuk, ukuran, konsistensi, bau, frekuensi, dan warna yang berbeda-beda

Namun, pada tantangan ini, sekelompok ilmuwan mengajari kita bagaimana agar feses kita berwarna biru.

Hal itu bisa diwujudkan dengan mengonsumsi makanan yang diberi pewarna biru.

Tantangan ini diinisiasi oleh perusahaan riset nutrisi, ZOE.

Melansir Health, mereka ingin orang-orang yang mengikuti tantangan ini untuk melacak berapa lama waktu yang dibutuhkan makanan untuk melewati usus dan dikeluarkan melalui feses. Apa alasannya?

Sebab, mengetahui waktu transit usus dapat mengungkapkan hal-hal menarik tentang kondisi kesehatan kita.

"Kotoran seperti pesan dari usus kita. Ada banyak yang bisa disampaikan," kata ahli gizi kesehatan usus Amanda Sauceda, RDN, dalam video Blue Poop Challenge.

Baca juga: Bau Kotoran Saat BAB Cerminkan Kondisi Kesehatan, Benarkah?

Cara melakukan Blue Poop Challenge

Berikut beberapa tahapan yang perlu dilakukan ketika menjalani Blue Poop Challenge:

1. Membuat kue muffin biru

Melalui video, ZOE menyertakan resep yang dapat diikuti dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat kue muffin biru.

Mereka bahkan secara spesifik menawarkan rekomendasi pewarna makanan gel atau pasta alih-alih pewarna berbasis air.

Jika tidak ingin membuatnya, kita juga bisa membelinya di ZOE.

2. Memakannya

Jika muffin biru sudah di tangan, maka saatnya memakannya. Kita dianjurkan makan dua buah saat sarapan dan mencatat waktunya.

Sambil menunggu waktu mencerna hingga buang air besar, kita bisa memakan makanan lainnya secara bebas.

3. Buang air besar

Setelah mengonsumsi kue muffin berwarna biru, feses kita juga diharapkan akan berwarna biru.

Ketika waktu buang air besar (BAB) tiba, catat kembali waktunya. Kita juga akan diminta untuk memberikan sejumlah informasi seperti tinggi badan, berat badan, dan informasi tentang kebiasaan pola makan.

Berdasarkan data tersebut, situs ZOE akan memberikan kita informasi tentang "kepribadian poop" kita.

Selain waktu transit usus, informasi lainnya seperti tips lainnya tentang apa yang bisa dilakukan untuk kesehatan usus.

Kita juga bisa membandingkan waktu transit usus dengan waktu transit orang lain yang sama-sama melakukan tantangan tersebut.

Baca juga: Untuk Tetap Sehat, Seberapa Sering Kita Harus BAB?

Penjelasan ilmiah

Lewat eksperimen ini, ZOE sudah melacak waktu transit usus lebih dari 1.000 orang.

Hasil eksperimen tersebut kemudian dituangkan ke dalam sebuah hasil studi yang dipublikasikan melalui jurnal Gut pada Maret 2021.

Waktu transit usus berlangsung dari kurang dari 12 jam hingga beberapa hari, tetapi waktu mediannya adalah 28,7 jam.

Para peneliti membandingkan waktu-waktu ini dengan mikroorganisme yang ada di kotoran, sehingga mereka biaa memahami apa yang terjadi di dalam mikrobioma usus setiap orang.

Pada dasarnya, mikrobioma usus kita adalah tempat hidup triliunan mikroorganisme, termasuk bakteri dan jamur, yang membantu tubuh memecah makanan dan membuat nutrisi untuk menjaga sistem dalam tubuh kita tetap sehat.

Mengetahui seberapa baik mikrobioma usus kita bekerja adalah hal penting untuk memahami kesehatan secara keseluruhan.

Sebab, mikrobioma usus tak hanya berperan dalam mendukung kerja pencernaan dan kekebalan tubuh, tetapi juga faktor kesehatan lain, seperti berat badan, kadar gula darah, dan kolesterol kita.

Dalam studi dijelaskan bahwa waktu transit usus yang lebih pendek umumnya berkaitan dengan kesehatan yang lebih baik, lebih sedikit lemak perut, respons yang lebih sehat terhadap makanan, serta usus yang lebih sehat.

Meskipun, perlu diketahui bahwa hubungan antara usus dan kesehatan kita secara keseluruhan sebetulnya sangat rumit. Waktu transit usus hanyalah salah satu cara untuk memahami hubungan tersebut.

"Blue Poop Challenge adalah cara sederhana untuk mengetahui apa yang terjadi di usus kita. Yang kita butuhkan hanyalah beberapa muffin biru dan keingintahuan untuk mengambil langkah pertama itu," ungkap penulis studi dan salah saru pendiri ZOE, Tim Spector.

Namun, tantangan itu sebaiknya tidak membuat kita melakukan diagnosis atau mengobati diri sendiri.

Jika memiliki kekhawatiran tentang kotoran atau sistem pencernaan, sebaiknya kita tetap pergi ke dokter untuk memeriksakan diri.

Baca juga: 5 Hal Penting Ini Membantu BAB Lebih Rutin

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Health
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.