Kompas.com - 22/06/2021, 15:52 WIB
Tenaga kesehatan merawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, Kabupetan Ciamis, Jawa Barat, Senin (14/6/2021). RSU tersebut menambah ruang isolasi untuk pasien Covid-19 menjadi 22 kamar serta menambah jumlah tenaga medis sekaligus memperpanjang jam shift kerja, untuk mengantisipasi lonjakan karena Ciamis masuk dalam zona merah Covid-19 dan Jabar masuk kategori sinyal bahaya penularan Covid-19 dari Kemenkes. ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMITenaga kesehatan merawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, Kabupetan Ciamis, Jawa Barat, Senin (14/6/2021). RSU tersebut menambah ruang isolasi untuk pasien Covid-19 menjadi 22 kamar serta menambah jumlah tenaga medis sekaligus memperpanjang jam shift kerja, untuk mengantisipasi lonjakan karena Ciamis masuk dalam zona merah Covid-19 dan Jabar masuk kategori sinyal bahaya penularan Covid-19 dari Kemenkes.

KOMPAS.com - Sejak munculnya virus corona varian delta atau B.1.617.2 di beberapa daerah di Indonesia, laju penularan Covid-19 meningkat drastis hingga mencapai 2 juta kasus.

Dengan laju penularan seperti ini, rumah sakit dan pusat isolasi di berbagai wilayah telah penuh dengan pasien. Antrean panjang terjadi di IGD berbagai rumah sakit karena ruang perawatan dan ICU telah penuh.

Pasien Covid-19 yang mengalami gejala ringan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri atau isolasi terpusat, dan tidak perlu perawatan di rumah sakit.

Hal tersebut juga disampaikan dokter spesialis paru, Dr Jaka Pradipta, SpP. Ia menjelaskan sejumlah kriteria pasien Covid-19 yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

"Bapak ibu yang terhormat, bila sudah mengalami kondisi lemas, saturasi oksigen turun ke 93 persen, dan komplikasi lainnya langsung pergi ke IGD RS."

Baca juga: Setelah Isolasi Mandiri Covid-19, Perlukah Tes PCR Ulang?

Demikian penuturan Jaka melalui akun Twitter miliknya yakni @jcowacko pada Minggu (20/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jangan coba telfon2 mencari rujukan, karena akan dibilang full... langsung menuju IGD untuk mendapat perawatan kegawat daruratan," lanjut dia.

Di samping itu, dia juga menganjurkan bagi pasien Covid-19 yang sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit dan kondisinya membaik, maka bisa melanjutkan isolasi mandiri (isoman) di rumah agar dapat bergantian dengan pasien lain yang butuh perawatan.

Sementara, untuk orang-orang yang baru mengetahui kalau hasil tesnya positif Covid-19 pun diimbau untuk tidak panik atau terburu-buru ke rumah sakit.

"Bila mendapat hasil PCR positif jangan langsung panik ke RS ya. Covid mayoritas bergejala ringan dengan perawatan di rumah, beri kesempatan pasien lain yang membutuhkan RS dengan gejala berat," sarannya.

Baca juga: Dokter Reisa Ingatkan 5 Hal Penting soal Isolasi Mandiri Covid-19

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X