Kompas.com - 27/06/2021, 16:19 WIB
Model Winnie Harlow. SHUTTERSTOCK/ANDREA RAFFINModel Winnie Harlow.

KOMPAS.com - Vitiligo adalah kondisi kulit yang kehilangan warna aslinya. Biasanya, muncul bercak-bercak kulit yang terlihat lebih terang atau putih sepenuhnya pada kulit penderita vitiligo. Pada beberapa orang, bercak tersebut bisa muncul sekaligus.

Penderita vitiligo dapat kehilangan pigmennya di mana saja di tubuh, termasuk rambut (kulit kepala, alis, bulu mata, hingga janggut), mata, mulut, hingga alat kelamin.

Dr Arini Astasari Widodo, SpKK menjelaskan, tidak ada cara untuk memprediksi berapa banyak warna yang akan hilang dari kulit seseorang.

Kehilangan warna itu bisa tetap dan tidak berubah selama bertahun-tahun, namun pada beberapa orang bercak juga bisa membesar.

"Beberapa orang melihat bercak membesar dan bercak baru muncul. Pada beberapa kasus yang jarang, kulit bisa mendapatkan kembali warna yang hilang tanpa pengobatan," katanya, seperti diungkapkan dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Punya Penyakit Kulit Vitiligo, Wanita Ini Jadi Model Victoria’s Secret

Beberapa figur publik diketahui memiliki vitiligo, seperti presenter televisi Joe Rogan dengan vitiligo di area tangan, model Winnie Harlow dengan vitiligo di area wajah dan tubuh, hingga raja pop dunia Michael Jackson.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih jauh, Arini menjelaskan, hidup dengan vitiligo dapat menyebabkan gejala lain, seperti rendah diri dan depresi yang sulit dikalahkan.

Ini dapat terjadi terlepas dari jumlah kehilangan warna atau jenis vitiligo.

Apalagi jika vitiligo sudah diderita sejak usia anak-anak, anak lainnya mungkin akan menggoda atau menjauhi.

Kondisi ini juga dapat membuat orang lain cenderung menatap penderita.

Pada akhirnya, mereka merasa kurang percaya diri untuk bergaul dengan teman-temannya, sehingga gangguan depresinya berkembang menjadi lebih serius.

Pada akhirnya, situasi tersebut banyak berdampak terhadap penurunan kualitas hidup dan hal ini telah dibuktikan oleh studi.

Apalagi, kebanyakan orang menderita vitiligo seumur hidup. Jadi, penting untuk mengembangkan coping strategies.

"Coping strategy ini dapat membantu banyak orang untuk belajar tentang vitiligo."

"Strategi lain yang juga bermanfaat adalah berhubungan dengan orang lain yang juga menderita vitiligo," kata Arini melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Meskipun sudah lama berada di sekitar kita, masih banyak orang yang tidak mengetahui penyakit kulit ini.

Itulah mengapa, menurut Vrfoundation, 25 Juni diperingati sebagai Hari Vitiligo Sedunia sebagai upaya untuk menyadarkan pada dunia adanya penyakit vitiligo, dan ada orang-orang yang berjuang dengan vitiligo.

Tanggal tersebut diperingati bersamaan dengan hari meninggalnya Michael Jackson.

Baca juga: Penyakit Kulit Vitiligo Bisa Diobati, Ini 4 Jenis Terapinya

Penyebab vitiligo

Jutaan orang di seluruh dunia menderita vitiligo. Hampir setengahnya mendapatkannya sebelum mencapai usia 21 tahun.

Sayangnya, penyebab hilangnya warna kulit pada penderita vitiligo masih tidak diketahui.

Vitiligo bisa berkembang ketika sel-sel yang disebut melanosit mati. Sel-sel ini memberi warna pada kulit dan rambut.

Para ilmuwan tidak sepenuhnya mengerti mengapa sel-sel ini mati. Salah satu jenis vitiligo, non-segmental vitiligo, mungkin merupakan penyakit autoimun.

Penyakit autoimun berkembang ketika tubuh salah mengira bagian dari dirinya sebagai benda asing. Jika tubuh salah mengira melanosit sebagai benda asing, ia akan menyerang dan membunuh sel-sel ini.

Namun, studi menunjukkan bahwa jenis vitiligo lainnya, vitiligo segmental memiliki penyebab yang berbeda. Jenis ini tampaknya berkembang ketika sesuatu dalam sistem saraf tubuh menjadi serba salah.

Vitiligo terjadi hampir sama pada orang dari semua warna kulit dan ras. Sekitar 50 persen orang yang terkena vitiligo adalah laki-laki dan 50 persen lainnya adalah perempuan.

Risiko seseorang terkena vitiligo dapat meningkat jika memiliki:

  • Kerabat dekat yang memiliki vitiligo.
  • Penyakit autoimun, terutama penyakit Hashimoto (penyakit tiroid) atau alopecia areata (menyebabkan kerontokan rambut).

Vitiligo dapat terjadi di sejumlah area tubuh, bahkan rambut.SHUTTERSTOCK Vitiligo dapat terjadi di sejumlah area tubuh, bahkan rambut.

Penanganan vitiligo

Ada banyak pilihan pengobatan vitiligo, namun sebaiknya didiskusikan bersama dokter kulit.

Tujuan dari sebagian besar perawatan adalah mengembalikan warna kulit yang hilang.

Jenis perawatan yang terbaik tergantung pada preferensi penderita, kesehatan secara keseluruhan, usia, dan di mana vitiligo muncul di tubuh.

Namun, karena tak mengancam nyawa, beberapa orang bahkan memilih untuk tidak mengobati vitiligo.

Beberapa pilihan pengobatan vitiligo yakni perawatan non-medis (menggunakan kosmetik untuk menyamarkan warna kulit), menggunakan obat-obatan yang diaplikasikan ke kulit, light treatment, PUVA light therapy, pembedahan, perawatan unconventional, hingga depigmentasi.

Namun, tidak bisa diprediksi bagaimana pasien akan merespon pengobatan.

"Penting untuk diingat bahwa tidak ada satu perawatan yang berhasil untuk semua orang."

"Hasil dapat bervariasi dari satu bagian tubuh ke bagian lain. Menggabungkan dua atau lebih perawatan sering memberikan hasil terbaik," ungkap Arini.

Baca juga: Peringatan Hari Vitiligo Pertama di Indonesia Digelar di Kota Bandung

Masalah medis lain

Penting untuk menemukan dokter yang memahami vitiligo untuk mendiskusikan masalah ini.

Dokter kulit dapat membantu menemukan apa yang menyebabkan bintik-bintik putih pada kulit penderita. Sebab, itu bisa disebabkan vitiligo atau penyakit kulit lainnya.

Selain itu, orang dengan vitiligo memiliki risiko lebih tinggi terkena beberapa kondisi medis lainnya, antara lain:

  • Kulit terbakar matahari (sunburn)

Penderita perlu membuat rencana khusus untuk membantu menghindari sengatan matahari yang menyakitkan. Ini bisa termasuk penggunaan tabir surya yang tepat dan mengenakan pakaian pelindung matahari bila perlu.

  • Masalah dengan mata

Beberapa orang dengan vitiligo mengalami perubahan penglihatan dan produksi air mata yang tidak normal. Jika dokter kulit melihat tanda-tanda ini, penderita akan dirujuk ke dokter mata. Kondisi ini paling baik ditangani sejak dini.

  • Penyakit autoimun

Beberapa orang yang memiliki vitiligo mengembangkan penyakit autoimun. Berada di bawah perawatan dokter kulit dapat membantu menemukan penyakit ini lebih awal sehingga pengobatan bisa lebih efektif.

  • Kecemasan dan depresi

Para peneliti menemukan bahwa banyak orang yang memiliki vitiligo sering merasa cemas dan malu ketika berada di sekitar orang lain. Penyebabnya, orang sering menatap dan membuat komentar kasar terhadap penampilan fisik mereka.

Beberapa orang bahkan jelas menunjukkan ketakutan. Menghadapi hari demi hari dengan respons tersebut dapat merusak citra diri seseorang. Harga diri yang rendah dapat berkembang, yang dapat menyebabkan depresi.

Baca juga: Penyakit Kulit Vitiligo Bisa Diobati, Ini 4 Jenis Terapinya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.