Kompas.com - 20/07/2021, 09:43 WIB
Ilustrasi daging sapi segar. SHUTTERSTOCK/vitalsIlustrasi daging sapi segar.

KOMPAS.com - Perayaan Idul Adha merupakan momen berbagi kepada sesama dengan menyembelih hewan kurban.

Tak heran, kita biasanya mendapatkan stok daging yang cukup banyak dan tidak bisa diolah sekaligus.

Alternatifnya, kita bisa menyimpan daging sapi maupun kambing tersebut di lemari pendingin.

Bahan pangan itu bisa diolah sewaktu-waktu dibutuhkan sesuai dengan selera masing-masing.

Daging merupakan sumber protein hewani yang bisa disimpan dalam jangka waktu lama, bahkan hingga berbulan-bulan.

Baca juga: Yuk, Pahami Manfaat Menyantap Daging Nabati

Namun, kita harus berhati-hati ketika menyimpannya agar kualitas dan kesegarannya tetap terjaga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti dimuat Kompas.com pada (31/7/202), daging yang dibekukan dapat disimpan dalam waktu yang lama. 

"(Daging bisa disimpan) satu tahun lebih jika beku sempurna," kata Direktur Halal Research Centre Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Nanung Danar Dono.

Berikut adalah tips yang bisa diperhatikan saat menyimpan daging di kulkas:

  • Cuci tangan terlebih dahulu

Cuci tangan dengan bersih terlebih dulu sebelum memegang daging kurban.

Tangan yang kotor dapat menjadi sumber kuman dan aneka mikroba penyebab penyakit (patogen) yang dapat berpindah dan berkembang biak di daging segar.

Baca juga: Memahami Perbedaan Daging Asli dan Daging Nabati

  • Hati-hati saat meletakkan daging

Jangan meletakkan daging di tempat yang kotor karena sangat rentan terkontaminasi.

Mikroba dapat berkembang biak hingga 10.000-100.000 kuman per menit di tempat yang tidak bersih.

  • Perhatikan etika batuk atau bersih

Jika hendak batuk atau bersin di sekitar daging, terapkan etika yang tepat agar tidak menyebarkan kuman dan virus.

Hindari batuk ke arah daging agar menekan risiko kontaminasi daging oleh mikroba perusak maupun patogen.

  • Masak daging

Sebaiknya, daging harus segera dimasak setelah penyembelihan. Cuci bersih dan sisihkan dalam porsi yang sesuai dengan jumlah yang ingin dikonsumsi.

  • Simpan tanpa dicuci

Daging yang ingin disimpan di kulkas tidak perlu dicuci terlebih dulu. Air bisa menjadi pengantar bakteri untuk daging sehingga menurunkan kualitasnya.

Baca juga: Sehatkah Mengonsumsi Daging Buatan Berbasis Nabati?

Cuci daging ketika sudah dikeluarkan dari lemari pendingin dan ingin dimasak.

  • Simpan daging sesuai porsi

Jangan simpan daging dalam satu kemasan besar di kulkas. Sisihkan dalam ukuran setengah atau satu kilogram, sesuai dengan porsi yang biasanya kita masak di rumah.

Simpan daging dalam plastik transparan dan masukkan dalam kontainer plastik sesuai dengan ukurannya.

Letakkan di dalam freezer jika ingin menyimpannya jauh lebih lama.

  • Perhatikan udara dalam plastik

Kurangi udara di dalam plastik daging sebelum disimpan di kulkas agar tidak menjadi tempat pernapasan mikroba pembusuk.

Kita bisa melakukannya dengan menggunakan pompa vacuum.

Cara lainnnya, gunakan ember kecil atau baskom berisi air bersih. Masukkan daging ke dalam plastik dan rendam pelan-pelan ke dalam air.

Baca juga: Inilah Dampak Buruk Terlalu Banyak Mengonsumsi Daging Saat Lebaran

Permukaan air akan mendorong udara di dalam plastik daging naik ke atas.

Setelah udara habis, segera ikat plastik kantung daging tersebut agar udara tidak masuk kembali.

  • Jangan langsung masukkan ke freezer

Agar kualitasnya tetap terjaga, jangan langsung menyimpan daging ke dalam freezer.

Simpan daging di rak kulkas selama 10-20 jam baru pindahkan ke bagian terdingin itu.

Hal ini untuk mencegah daging mengkeret dan merusak kulitasnya karena beku mendadak.

Lama penyimpanan daging tergantung kualitas kulkas dan seberapa sering kita membuka freezer tersebut.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.