Kompas.com - 02/08/2021, 19:34 WIB
Ilustrasi virus corona, Covid-19, pasien virus corona Shutterstock/Anton27Ilustrasi virus corona, Covid-19, pasien virus corona

KOMPAS.com - Sebuah studi terbaru berskala besar di Inggris menemukan temuan yang konsisten mengenai laporan "kabut otak" atau kondisi di mana kita sulit untuk berkonsentrasi di antara pasien long Covid-19.

Diketahui bahwa infeksi dari Covid-19 kemungkinan memiliki efek negatif yang substansial pada kecerdasan. 

Para peneliti menganalisis data dari 81.337 orang yang mengikuti Great British Intelligence Test pada tahun 2020. Sekitar 13.000 orang melaporkan bahwa mereka telah tertular Covid-19, dan 275 di antaranya telah menyelesaikan tes yang dilakukan sebelum dan sesudah infeksi.

Usia, pendidikan, dan suasana hati secara keseluruhan dari responden juga dinilai.

Mereka yang pernah terinfeksi virus corona merasa lebih sulit untuk menyelesaikan tugas-tugas yang berkaitan dengan penalaran, pemecahan masalah, dan perencanaan tata ruang.

Baca juga: Lewis Hamilton Alami Long Covid, Begini Gejalanya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para peneliti mengungkapkan bahwa hasil ini sesuai dengan laporan long Covid-19, di mana 'kabut otak', kesulitan berkonsentrasi, dan kesulitan menemukan kata-kata yang benar adalah hal biasa pada penyintas.

Namun, untuk rentang memori kerja dan pemrosesan emosional tampaknya tidak terpengaruh.

Seberapa buruk penurunan kognitif tampaknya terkait dengan seberapa serius infeksi tersebut.

Para peneliti mengatakan mereka yang telah ditempatkan pada ventilator saat terinfeksi, alias mengalami gejala berat, menunjukkan efek yang paling substansial. Rata-rata, skor IQ mereka turun 7 poin.

Skala defisit yang diamati tidak substansial. Tetapi mereka mengatakan brain imaging atau pencitraan otak diperlukan sebelum menarik kesimpulan.

Baca juga: Tips Pola Asuh agar Anak Lebih Cerdas

Para peneliti berspekulasi bahwa demam tinggi dan masalah pernapasan dapat berkontribusi pada penurunan kognitif.

Tetapi gejala-gejala itu telah lama hilang bagi kebanyakan orang dalam penelitian ini, di mana para peniliti mencatat hanya 4,8 persen dari peserta yang melaporkan gejala yang menetap.

Studi ini memberikan wawasan tentang satu bagian dari pasca-Covid, suatu kondisi yang telah dilacak dengan cermat oleh CDC.



Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.