Kompas.com - 16/08/2021, 13:15 WIB
Reymond Pierre Pau Westerling menjadi tokoh yang kontroversial dalam film The East. DOK. NEW AMSTERDAM FILM COMPANY/MILAN VAN DRILReymond Pierre Pau Westerling menjadi tokoh yang kontroversial dalam film The East.

3. Merah Putih (2009)

Film bergenre sejarah yang disajikan dengan rasa Hollywood ini tidak hanya mengisahkan perjuangan heroik Amir, Thomas, Dayan, dan Marius, empat kadet hasil didikan sebuah lembaga pendidikan militer Indonesia di Jawa Tengah tahun 1947, tetapi juga menghadirkan dinamika kehidupan religius masing-masing mereka.

Di tengah upaya mereka berjuang melawan aksi agresi tentara Belanda, para penonton dapat menyaksikan bagaimana para pemuda pejuang yang berasal dari kelas sosial dan latar belakang pendidikan yang berbeda ini senantiasa menjalankan ibadah agamanya dalam suasana yang penuh toleransi.

Ini merupakan film pertama dari Trilogi Merdeka. Dua film lainnya dalam rangkaian trilogi ini yakni Merah Putih 2: Darah Garuda (2010) dan Hati Merdeka (2011).

Baca juga: Daftar 6 Negara Pertama yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia

4. The East (2020)

Film bergenre drama, thriller, dan perang The East (atau De Oost dalam bahasa Belanda) digarap oleh sutradara asal Belanda keturunan Indonesia, Jim Taihuttu.

Film ini merupakan produksi film dari hasil kerja sama tiga negara, yakni Belanda, Indonesia, dan Belgia.

Kerja sama ketiga negara terlihat dari jasa orang di balik layar. Selain disutradarai oleh Jim yang merupakan keturunan Indonesia, film ini diproduseri oleh Sander Verdonk asal Belanda dan Shanty Harmayn asal Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain dapat mengetahui sisi sejarah lain dari kekejaman prajurit Koninklijk Nederlands-Indische Leger (KNIL), Reymond Pierre Pau Westerling, penonton juga bisa mengetahui kehidupan masa lalu masyarakat Indonesia pasca-proklamasi.

Hal ini tentu menjadi pengalaman berharga untuk semakin meningkatkan jiwa nasionalisme di dalam diri.

The East juga berupaya menghadirkan sejarah masa pendudukan Belanda di Indonesia yang jarang dibahas di Negeri Oranye. Orang Belanda menganggap bahwa prajurit yang dikirim ke Indonesia hanya menjalankan tugas yang berkaitan dengan politik.

Mereka kurang mengetahui atau bahkan memahami konteks sejarah yang memuat kisah kekejaman prajurit Belanda terhadap penduduk pribumi.

Halaman:


Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.