Kompas.com - 20/08/2021, 12:05 WIB
sampo batang dari L'Occitane L'Occitanesampo batang dari L'Occitane
Editor Wisnubrata

Sampo cair dan limbah plastik

Sejak munculnya surfaktan cair yang diciptakan para ilmuwan untuk menghilangkan kotoran secara efisien, beberapa perusahaan kosmetik mulai mengembangkan produk berbentuk cair.

Berbagai jenis sabun dan sampo pun terlihat dipajang di rak-rak ritel pada tahun 1930-an dan 40-an. Semuanya harus dikemas dalam wadah.

Pada waktu yang sama, plastik menjadi bahan yang disukai sebagai pengganti kemasan kertas dan kaca yang kurang nyaman dan lebih mahal. Industri yang menggunakan plastik sebagai kemasan pun lahir.

Kini sampo cair dalam botol plastik ada di hampir setiap kamar mandi keluarga. Meskipun sangat nyaman digunakan, produk-produk ini menghasilkan limbah dalam jumlah besar. Sayangnya banyak konsumen dan produsen tidak peduli akibatnya.

Diperkirakan sepanjang hidup, rata-rata orang memakai 800 botol sampo plastik – sebagian besar berakhir di tempat pembuangan sampah atau di lautan kita, yang kemudian terurai menjadi mikroplastik, lalu mencemari air dan makanan kita.

Bagaimana mengurangi limbahnya?

Salah satu cara mengurangi sampah plastik adalah tidak menggunakannya dan mengganti dengan bahan lain.

Masalahnya, bagaimana mewadahi sampo cair dengan wadah kertas? Tidak mungkin kan. Sedangkan wadah kaca akan lebih mahal.

Cara yang lebih masuk akal adalah dengan membuat samponya menjadi padat agar tidak perlu diwadahi botol plastik.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.