Kompas.com - 07/09/2021, 18:38 WIB
Ilustrasi anak belajar shutterstockIlustrasi anak belajar

KOMPAS.com - Metode tiger parenting merupakan salah satu pola asuh yang sampai saat ini masih menjadi bahan perdebatan para orangtua di seluruh dunia.

Pola asuh tiger parenting pertama kali diperkenalkan oleh penulis Amy Chua lewat bukunya, Battle Hymn of the Tiger Mother.

Wanita yang merupakan profesor hukum di Universitas Yale, AS ini menulis tentang pengaruh kebudayaan Cina, yang dimilikinya, dalam pola pengasuhannya.

Dalam buku Tiger Mom ini, ia mengungkapkan soal jenis parenting yang dipraktikkannya dalam mendidik anak-anaknya. Beberapa hal yang dilakukannya memicu pro kontra dari banyak pihak sementara yang lain mendukungnya.

Namun Chua yakin, berdasarkan contoh kasus tiger parenting yang dijalani dan ditulisnya, cara itu amat bermanfaat. Menurutnya, dampak positif tiger parenting terlihat dari kesuksesan anak-anaknya di sekolah maupun studi musik yang dijalaninya.

Apa itu Tiger Parenting?

Tiger parenting adalah metode pengasuhan yang bersikap keras dan otoriter secara terang-terangan. Gaya pengasuhan seperti ini terlihat dingin, menuntut, dan sering kali tidak mendukung secara emosional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Chua, yang mendeskripsikan dirinya sebagai Tiger Mom, melakukannya dengan cara melarang anak perempuannya menonton televisi, bermain game komputer, menginap, berkencan, atau mendapatkan nilai kurang dari A.

Pesan utamanya adalah keberhasilan akademik wajib dicapai dengan pengorbanan apapun termasuk kekurangan waktu bermain dan kelonggaran lainnya untuk anak.

Namun tiger parenting berbeda dengan otoriter parenting. American Psychological Association (APA) mengatakan, tiger parenting mencakup pola asuh negatif dan positif tingkat tinggi sekaligus.

Misalnya keberadaan aturan ketat sekaligus kehangatan dan dukungan penuh dari orangtua pada anak.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.