Kompas.com - Diperbarui 14/08/2022, 07:17 WIB

KOMPAS.com - Ular cenderung 'tersesat' masuk ke rumah kita ketika musim hujan atau curah hujan sedang tinggi.

Namun cuaca saja bukan satu-satunya hal yang menentukan karena ada beberapa faktor lain yang berpengaruh.

Misalnya peubahan suhu atau waktu penetasan berbagai spesies ular, termasuk kobra.

Fenomena ular yang masuk ke rumah biasanya juga berkaitan dengan kondisi wilayah sekitar.

Baca juga: Kerap Masuk Rumah, Ini Ciri-ciri Ular Weling yang Gigitannya Mematikan

Misalnya jika rumah kita dekat dengan persawahan, perkebunan atau dibangun di lokasi yang merupakan habitan asli hewan melata tersebut.

Selain itu, permukiman manusia juga menyediakan makanan yang mudah didapatkan oleh ular seperti tikus, katak, dan cicak.

Persiapan agar rumah tak kemasukan ular

Aji Rachmat, Ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia mengatakan, kita sebaiknya tidak perlu panik ketika mendapati ada ular yang masuk ke rumah.

"Hindari menyentuh, memegang atau menangani ular jika tidak terlatih," kata dia.

Ia menguaraikan, sebagian besar spesies ular sebenarnya tidak berbahaya bagi manusia dan malah bermanfaat.

Diperkirakan, hanya 20 persen ular di sekitar manusia yang memiliki bisa tinggi dan beracun.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.