Kompas.com - 22/11/2021, 16:08 WIB
Petugas kesehatan hewan memeriksa seekor kucing sebelum menyuntikkan vaksin rabies gratis bagi hewan peliharaan milik warga dalam rangka Hari Rabies Sedunia di Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (1/10/2020). Dinas Pangan dan Pertanian memberikan vaksin rabies gratis bagi hewan peliharaan milik warga untuk mengantisipasi penyakit rabies. ANTARA FOTO/UMARUL FARUQPetugas kesehatan hewan memeriksa seekor kucing sebelum menyuntikkan vaksin rabies gratis bagi hewan peliharaan milik warga dalam rangka Hari Rabies Sedunia di Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (1/10/2020). Dinas Pangan dan Pertanian memberikan vaksin rabies gratis bagi hewan peliharaan milik warga untuk mengantisipasi penyakit rabies.

KOMPAS.com - Rabies merupakan penyakit menular yang ditularkan oleh hewan. Penyakit ini tergolong berbahaya dan bisa menyebabkan kematian pada manusia. Karenanya hewan peliharaan wajib divaksin rabies.

Berdasarkan data tahun 2020, ada 26 dari 34 provinsi di Indonesia yang belum bebas rabies, dengan jumlah kematian per tahun lebih dari 100 orang.

Infeksi rabies pada manusia biasanya terjadi akibat adanya kontak dengan binatang seperti anjing, kera, serigala, kelelawar, melalui gigitan atau kontak virus lewat air liur dengan luka.

"Virus tersbeut masuk ke dalam ujung saraf yang ada pada otot di tempat gigitan dan memasuki ujung saraf tepi sampai sistem saraf pusat, dan selanjutnya menyerang otak," kata Tim One Health Zoonosis Kementrian Kesehatan, dr.Asep Purnama dalam webinar yang diadakan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Jawa Barat V (20/11).

Anjing menjadi target vaksinasi karena 98 persen kasus di Indonesia ditularkan oleh anjing, sementara dua persen lainnya oleh kera dan kucing.

Guru Besar Bidang Ilmu Virologi dan Imunologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Suwarno meminta pemerintah serius menanggapi situasi rabies.

Baca juga: 4.500 Hewan Piaraan di Jakarta Pusat Divaksinasi Rabies Sepanjang Tahun Ini

“Jika tidak ditangani serius, kematian pada manusia akan berjalan sepanjang waktu,” kata Suwarno.

Selain vaksinasi ke hewan, orang-orang yang berisiko tinggi terinfeksi rabies perlu segera divaksinasi.

Orang-orang berisiko tinggi seperti pemilik hewan peliharaan, dokter hewan, peneliti virus rabies, pekerjaan yang berkaitan dengan satwa, hingga orang yang hendak bepergian ke daerah endemik rabies.

Dijelaskan oleh Prof.dr.Samsuridjal Dzauji, Sp.PD-KAI, hingga saat ini belum ada obat yang ditemukan untuk menangani rabies, namun penyakit ini dapat dicegah melalui vaksinasi di pusksesmas atau rumah sakit.

"Dengan menyuntikkan vaksin anti rabies ke dalam tubuh hewan dan manusia, tubuh akan membentuk sistem kekebalan untuk menangkal virus rabies. Jika antibodi sudah terbentuk dapat bertahan lama, sekitar satu tahun," katanya.

Pada kelompok yang beresiko sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi Pre-Exposure
Prophylaxis sebagai perlindungan sebelum terjadi kontak. Vaksinasi Pre-exposure akan
sangat bermanfaat disamping memberikan perlindungan juga mempermudah
penanganan jika dikemudian hari terjadi kontak.

Seseorang yang sudah pernah menerima vaksinasi Pre-Exposure tidak membutukan serum jika terjadi gigitan.

Baca juga: Mengenal dan Mencegah Rabies pada Hewan Peliharaan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.