Kompas.com - 26/11/2021, 14:06 WIB
. PEXELS/Helena Lopes .

KOMPAS.com – Tak sedikit orangtua yang memilih untuk melakukan co-sleeping atau tidur bersama sejak anak lahir.

Memang, co-sleeping membuat segalanya lebih mudah, karena orangtua dapat memperhatikan anak di malam hari dan tak perlu repot-repot berjalan ke kamar anak.

Tak hanya itu, anak pun biasanya akan merasa lebih nyaman dan aman bersama orangtuanya.

Jadi, saat anak sudah agak besar, kemungkinannya untuk menangis akan jauh lebih kecil.

Perlu diingat pula, seiring bertambahnya usia, tentu anak pun mulai membutuhkan privasi.

Baca juga: 7 Manfaat dari Kebiasaan Anak Tidur Lebih Awal

Jadi, kapankah waktu yang tepat untuk membiarkan anak tidur di kamar sendiri?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebenarnya, pertanyaan ini sulit dijawab.

Pasalnya, tak ada usia yang benar-benar tepat dan siap bagi anak untuk tidur di kamarnya sendiri. Hal ini sangat bergantung dengan pola asuh orangtuanya.

Misalnya, orangtua yang menganut pola asuh attachment parenting atau cara merawat anak yang memfokuskan pada memelihara hubungan anak dan orangtua, sudah membiasakan anaknya tidur sendiri pada usia delapan tahun.

Sayangnya, hal ini menimbulkan masalah. Selama tidur bersama anak, orangtua merasa hanya ada tempat tidur pengasuhan, bukan tempat tidur perkawinan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.