Kompas.com - 26/11/2021, 15:13 WIB
Black Friday di Amerika Serikat, Black Friday adalah hari belanja dengan diskon tinggi. Michael Nagle untuk BloombergBlack Friday di Amerika Serikat, Black Friday adalah hari belanja dengan diskon tinggi.

KOMPAS.com - Penggila belanja pasti akrab dengan istilah Black Friday yang biasanya kerap digaungkan menjelang akhir tahun.

Momen ini menandai pembukaan periode sale tahunan yang identik dengan diskon besar-besaran. Banyak yang memanfaatkannya untuk menyalurkan hasrat belanjanya atau menikmati diskon akhir tahun lebih awal.

Apalagi sejumlah brand di Amerika Serikat maupun Eropa kerap memberikan promo yang menggiurkan selama Black Friday. Kehebohannya nyaris serupa dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang diterapkan di Indonesia.

Jadi, apa yang sebenarnya dimaksud dengan Black Friday?

Baca juga: 8 Promo Harbolnas 11.11, Cek!

Makna Black Friday, Momennya Penggila Belanja

Black Friday adalah istilah untuk merujuk hari Jumat yang jatuh setelah perayaan Thanksgiving. Oleh sebab itu, tanggalnya setiap tahun bisa berbeda-beda menyesuaikan jadwal hari libur keluarga di Amerika Serikat ini.

Awalnya, istilah Black Friday digunakan di Philadelphia, AS pada periode 1950an. Istilah tersebut dipakai untuk menggambarkan masyarakat pinggiran kota yang berbondong-bondong ke pusat perbelanjaan pada hari-hari setelah Thanksgiving.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejumlah toko di pusat kota menawarkan promo menarik untuk produk yang dijual menjelang pertandingan olahraga yang digelar secara rutin pada masa itu. Kerumunan itu menciptakan kekacauan dan kemacetan yang menjadi masalah bagi anggota kepolisian.

Akibatnya, para petugas tidak bisa mengambil cuti dan menikmati Thanksgiving lebih panjang. Hal inilah yang memunculkan istilah Black Friday, yang dimaksudkan sebagai sarkasme atas kondisi pekerjaan mereka.

Baca juga: Apa Itu Black Friday dan Dampaknya

Istilah Black Friday kemudian mulai menyebar luas hingga jauh di luar Philadelphia. Konotasi negatif atas istilah itu membuat banyak orang tersinggung, khususnya kalangan pengusaha, sehingga berusaha mengubah maknanya dengan menawarkan promo besar-besaran.

Black Friday kemudian semakin dikenal setelah dipakai dalam iklan di media cetak tahun 1966. Perkembangannya kemudian membuat istilah itu dikenal secara umum sebagai penjualan pasca Thanksgiving.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.