Kompas.com - 27/11/2021, 16:53 WIB
ilustrasi fast food atau junk food. SHUTTERSTOCK/margouillat photoilustrasi fast food atau junk food.

KOMPAS.com – Hati alias liver mungkin bisa dinobatkan sebagai salah satu organ dalam yang paling penting untuk dijaga kesehatannya. Pasalnya, hati yang sehat dapat membantu kita memetabolisme makanan dan melindungi diri kita dari bahan kimia berbahaya.

Sebaliknya, jika hati tidak sehat, berbagai masalah pun akan muncul, mulai dari yang tidak nyaman hingga yang sangat berbahaya.

Nah, jika bicara soal menjaga atau menyakiti kesehatan organ vital ini, kebiasaan makan kita lah yang memiliki dampak besar. Apalagi, sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa makan makanan yang meningkatkan peradangan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit liver yang berbahaya.

Dalam penelitian yang diterbitkan di The Journal of Human Nutrition and Dietetics itu, para peneliti mengamati lebih dari 4.100 orang dewasa AS antara usia 20 dan 80, dan membandingkan Dietary Inflammatory Index (DII) atau ukuran tentang bagaimana pola makan seseorang akan mempengaruhi tingkat peradangan dalam tubuhnya, guna mengukur kesehatan liver para partisipan.

Baca juga: Hati-hati, Ada 4 Minuman yang Picu Risiko Peradangan

Hasilnya ditemukan bahwa makanan yang paling banyak menyebabkan peradangan adalah makanan yang tinggi lemak jenuh dan kolesterol.

Sementara itu, makanan dengan skor terendah termasuk makanan tinggi serat dan kaya nutrisi yang ditemukan dalam serelia utuh, buah dan sayuran.

Secara khusus, para peneliti tertarik pada hubungan antara DII dengan risiko penyakit hati berlemak non-alkohol/non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD), yang didefinisikan sebagai salah satu kondisi yang melibatkan penumpukan lemak di hati seseorang.

Benar saja, penelitian ini pun menemukan bahwa sifat pemicu peradangan dalam asupan partisipan dapat dikaitkan dengan kesehatan hati yang lebih buruk.

"Ketika hati menjadi lebih fibrotik (karena peradangan yang menyebabkan kekakuan dan jaringan parut), itu juga menyebabkan gangguan pada metabolisme obat, suplemen makanan, dan makanan yang tepat,” tambahnya.

Pai juga menambahkan bahwa efek ini dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman, lelah, lemah, dan kesakitan.

Baca juga: Kolesterol Baik Diduga Melindungi Liver dari Kerusakan

 

Selain itu, penelitian ini telah mengaitkan peradangan kronis dengan gejala yang tidak menyenangkan lainnya, seperti sembelit, kehilangan ingatan, dan sesak napas.

"Peradangan adalah mekanisme pemicu yang memperburuk hampir semua penyakit. Oleh karena itu, kunci untuk meningkatkan dan menjaga kesehatan Anda adalah dengan menurunkan peradangan secara keseluruhan," kata Pai.

"Saya sangat menyarankan semua orang untuk makan makanan nabati anti-inflamasi untuk meningkatkan kondisi kesehatan mereka secara keseluruhan,” tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.