Kompas.com - 02/12/2021, 07:45 WIB
Konferensi pers pengumuman pemenang Hair & Skin Research Grant 2021. Dok L'Oreal IndonesiaKonferensi pers pengumuman pemenang Hair & Skin Research Grant 2021.

KOMPAS.com - Perusahaan kecantikan L'Oreal bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski) dan Universitas Indonesia, memberikan beasiswa riset seputar rambut dan kulit di Indonesia. Hair and Skin Research Grant 2021 ini diberikan kepada para peneliti dan dermatologi.

Program ini memberikan hibah dana senilai total Rp 250 juta untuk tiga proposal yang berfokus pada penelitian rambut dan kulit dengan domain studi laboratorium, studi klinis, studi kualitas hidup, dan penelitian epidemiologi.

Medical Director L'Oreal Research, Innovation and Technologies Michele Verschoore mengatakan, L'Oreal selalu mendukung peningkatan sains dan telah bekerja sama dengan peneliti dan dermatologi dari berbagai negara.

"Saya berharap proyek-proyek terpilih tahun 2021 semuanya sukses dan penelitian mereka dapat membantu para dermatolog Indonesia dalam perawatan kesehatna kulit di Indonesia," kata Verschoore dalam konferensi pers yang dilakukan secara virtual (1/12).

Baca juga: LOréal dan UNESCO Dukung Penuh Para Peneliti Perempuan di Indonesia

Dipimpin oleh Ketua Perdoski Dr.dr.Yulianto Listiawan Sp.KK, dewan juri yang terdiri dari juri ilmiah nasional dan internasional memilih tiga pemenang Hair and Skin Research Grant 2021, dengan proposal penelitian:

1. Pengaruh Topikal Human Adipose Stem-Cell conditioned Medium Terhadap Perbaikan Photoaging.

Tim peneliti terdiri dari dr.Winawati Eka Putri Sp.DV dan dr.Meidyta Sinantryana Widyaswari Sp.KK dari Fakultas Kedokteran Universitas Nadhlatul Ulama Surabaya - RS Islam Jemursari.

2. Hubungan Antara Mikrobioma Kulit dan Penuaan Kulit Wajah

Tim peneliti terdiri dari dr.Uly Aanda Maria Nugraheni Pasaribu, dr.Shannaz Nadia Yusharyahya Sp.KK dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RSUPN dr.Cipto Mangunkusumo

3. “Evaluasi In Vitro Khasiat Formulasi Fotoprotektif yang Mengandung (8,9) -Furanyl-Pterocarpan-3-Ol dari Pachyrhiuz Erosus (Bengkuang)”

Tim peneliti terdiri dari dr. Hanny Nilasari, SpKK (K), Dr.rer.nat. Endang Lukitaningsih, M.Si., Apt, dr. Dian Pratiwi, SpKK, dr. Fitria Agustina, SpKK, dr. Githa Rahmayunita, SpKK (K).

Baca juga: Perawatan Kulit yang Fokus pada Efek Samping Pengobatan Kanker

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.