Kompas.com - 02/12/2021, 09:38 WIB
|
Editor Wisnubrata

Menurutnya, beberapa laporan kasus kekerasan seksual terjadi di kampus dan banyak korban takut melaporkannya karena merasa terintimidasi.

"Banyak korban yang akhirnya memutuskan untuk tidak melapor karena takut tidak lulus atau mendapatkan nilai jelek," ujarnya.

"Sayangnya, banyak pula pejabat di lingkungan kampus yang diam soal ini dengan alasan menjaga nama baik kampus dan bahkan korban kerap disalahkan atau dikeluarkan dari kampus," jelas dia.

Baca juga: Kenali, Ragam Pelecehan Seksual Halus yang Terjadi di Tempat Kerja

Menciptakan kampus yang aman

Kampus memiliki tanggung jawab untuk menjadi ruang yang aman bagi mahasiswa untuk bisa belajar dengan nyaman tanpa rasa takut akan mengalami kekerasan seksual.

Untuk itu, Kalis merekomendasikan supaya setiap kampus di Indonesia dapat menyediakan layanan aduan terhadap kekerasan seksual, di mana timnya pun berisi orang-orang yang memiliki perspektif untuk memberikan keadilan bagi korban.

Namun, selain pihak kampus, kita sebagai individu juga dapat menciptakan kampus yang aman dari kekerasan seksual dengan melibatkan diri menjadi pendamping korban.

"Untuk menjadi pendamping korban kekerasan seksual, yang pertama-tama harus kita lakukan adalah memercayai ceritanya karena kebanyakan korban yang tidak pernah lapor itu merasa tidak ada orang yang percaya," ungkapnya.

Setelah memercayai cerita korban, menurut Kalis, selanjutnya kita harus memastikan bagaimana kondisi fisik dan psikis korban. Kendati demikian, kita juga tidak boleh sok tahu atau menjadi konselor korban.

"Biarkan korban ditangani oleh pihak-pihak yang tepat. Kalau ada gangguan fisik kita bisa bawa ke dokter atau layanan kesehatan, sementara jika psikisnya terganggu kita bisa antarkan ke psikiater atau psikolog," sarannya.

"Di samping itu, jauhkan korban dengan pelaku supaya tidak menimbulkan trauma yang mendalam dan langkah berikutnya kita memastikan kampus bebas dari predator seksual," imbuh dia.

Baca juga: 5 Jenis Pelecehan Seksual yang Paling Sering Terjadi di Ruang Publik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.