Kompas.com - 06/01/2022, 17:13 WIB

Pemikiran soal diet dapat menyebabkan kita makan lebih banyak dan menambah berat badan.

Asupan makan kita bisa menjadi lebih banyak dari biasanya, sebelum akhirnya kita kembali menjalani diet yang ketat.

"Dari perspektif evolusi, tubuh kita diatur untuk bertahan hidup di saat kelaparan," cetus Taylor.

"Tubuh pelaku diet yo-yo terbiasa mengalami kekurangan atau membatasi makanan secara acak."

"Karena itu, tubuh berusaha untuk makan dan menyimpan lebih banyak secara keseluruhan."

"Tubuh manusia tidak suka menurunkan berat badan, jadi tubuh melawan."

Pola pikir tentang diet harus diubah

Beberapa penelitian menunjukkan diet ketat pada akhirnya mengarah pada penambahan berat badan, bukannya menurunkan berat badan.

Studi juga mengungkap, self-esteem atau harga diri dapat memengaruhi hasil diet.

"Saat kita berupaya mengurangi rasa bersalah dan malu terkait makanan dan penerimaan citra tubuh yang lebih baik, kita cenderung mengembangkan kebiasaan makan yang lebih baik dalam jangka panjang," kata Heinberg.

Baca juga: Manfaat Mindful Eating untuk Turunkan Berat Badan

Pola pikir kita terkait diet juga menegaskan siapa diri kita, dari makanan yang dipilih.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.