Dalam kasus tertentu, obat-obatan dan obat anti-inflamasi mungkin direkomendasikan.
Disarankan juga untuk tetap aktif secara fisik dan pertahankan fungsi otak dengan metode penyembuhan mental yang disebut kognitif crunch.
Contohnya dengan bermain game, membuat catatan, menulis daftar atau pengingat lainnya.
Beberapa ahli penyakit menular juga merekomendasikan mengikuti diet anti-inflamasi.
Hindari makanan yang digoreng, makanan tinggi lemak jenuh, dan tambahan gula yang menyebabkan peradangan.
Baca juga: 5 Makanan Anti Inflamasi yang Dapat Bantu Jaga Kesehatan Otak
Istirahat yang cukup dan tetap terhidrasi juga penting untuk orang yang mengalami brain fog.
“Dalam kasus khusus ini, ini agak penting karena istirahat dan hidrasi bisa sangat memulihkan metabolisme otak," jelasnya lagi.
Para penyintas Covid-19 yang menderita brain fog alias kabut otak merasakan gangguan dalam aktivitas normalnya.
Pakar kesehatan, dr.Muslim Kasim,M.Sc,Sp.THT-KL yang kerap berbagai edukasi di media sosial mengatakan brain fog bisa diatasi dengan beberapa cara.
Ia menyarankan untuk melakukan aktivitas saat sedang tidak lelah untuk mencegah gejala brain fog.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.