Kompas.com - 07/06/2022, 16:05 WIB

KOMPAS.com - Yoga merupakan salah satu latihan yang dapat membantu kita merasa lebih rileks dan mengurangi stres akibat beban di kehidupan sehari-hari.

Menurut instruktur yoga, Johanna Goldfarb, yoga adalah penyatuan pikiran, tubuh, dan napas.

Jadi, dengan melakukannya secara rutin, maka kita bisa sekaligus belajar menenangkan pikiran, merilekskan tubuh, dan mengendalikan napas.

"Teknik-teknik ini juga berguna di luar studio yoga," kata dia.

"Jika kita menghadapi hal-hal yang menjengkelkan di luar rumah seperti tempat kerja, latihan ini dapat membantu kita untuk menjadi lebih rileks," ujar dia.

Manfaat kesehatan dari yoga

Stres adalah mekanisme bertahan hidup yang berakar jauh di dalam DNA kita.

Baca juga: Studi: Yoga Membantu Mempertahankan Penurunan Berat Badan

Situasi stres ini bisa memicu sistem saraf kita untuk melepaskan adrenalin, hormon yang meningkatkan detak jantung dan pernapasan.

"Respons fight-or-flight ini membantu nenek moyang kita melarikan diri dari situasi berbahaya seperti singa yang sedang menyerang," ungkap dia.

"Tetapi di zaman modern ini, kita berada dalam keadaan stres kronis karena selalu siap menghadapi yang terburuk."

"Yoga sangat baik dalam mengaktifkan respons relaksasi yang melawan stres kronis," jelas dia.

Ada pun manfaat kesehatan lainnya dari yoga meliputi:

• Tidur yang lebih baik

• Peningkatan kekuatan, fleksibilitas, dan keseimbangan

• Peningkatan energi

• Mengurangi rasa sakit kronis

• Suasana hati yang lebih baik

• Tekanan darah lebih rendah

 

Ilustrasi yoga mat atau matras yoga. FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi yoga mat atau matras yoga.
Jenis-jenis yoga yang populer

Yoga dimulai di India ribuan tahun yang lalu. Seiring waktu, banyak jenis yang telah berevolusi.

Bentuk yoga tertua memiliki nama-nama sanskerta seperti hatha, vinyasa, dan ashtanga. Beberapa gaya yang lebih baru membawa nama pendirinya seperti iyengar dan bikram.

Di Amerika Serikat, kelas-kelas yoga juga sering kali memiliki judul yang lebih umum, seperti restoratif, flow, atau power yoga.

Bentuk yoga yang berbeda juga tentunya memiliki karakteristik yang berbeda.

Beberapa latihan memiliki gerakan yang lebih cepat dari satu pose ke pose lainnya, sementara yang lain menahan pose untuk waktu yang lama.

Sementara itu, beberapa lebih fokus pada fleksibilitas dan relaksasi, serta ada juga yang sangat dinamis dan berat.

Tetapi, semuanya memiliki hubungan pikiran-tubuh-nafas yang sama.

Nah, memahami berbagai gaya yoga dan menemukan gaya yang tepat untuk diri kita memang bisa menjadi tantangan tersendiri.

Baca juga: Pilates atau Yoga, Manakah yang Lebih Baik?

Namun, kita bisa mulai mempelajarinya melalui tujuh jenis yoga yang paling populer saat ini, seperti berikut ini.

1. Hatha

Secara teknis, hatha adalah istilah umum untuk yoga fisik apa pun yang mencakup postur dan olah napas.

Hatha yoga biasanya berfokus pada penguatan relaksasi dan fleksibilitas.

Kita bisa berpindah dari satu pose ke pose lainnya, menahan masing-masing pose selama beberapa tarikan napas.

Instruktur juga akan memberikan instruksi terperinci di seluruh kelas.

"Hatha yoga sangat baik untuk pemula. Ini adalah latihan yang baik untuk memulai karena mengajarkan dasar-dasar yoga, kesadaran akan napas, dan tubuh Anda," kata Goldfarb.

2. Restoratif dan Yin

Restoratif dan yin yoga adalah jenis yoga yang lambat, meditatif, dan berbasis lantai.

Keduanya menawarkan keheningan dan kesempatan untuk beristirahat guna mengisi ulang tenaga.

Tetapi, masing-masing memiliki tujuan yang unik.

Yin yoga melibatkan peregangan yang panjang, dalam, dan aktif. Ini bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas otot dan jaringan ikat.

Fitur utama dari jenis yoga ini termasuk peregangan berbasis lantai yang kita tahan selama beberapa menit.

Lalu, pengaturan napas yang terfokus untuk membantu kita rileks ke dalam peregangan, dan penggunaan alat peraga untuk membantu kita masuk ke posisi.

Sedangkankan restoratif yoga bertujuan untuk relaksasi mental dan fisik yang lengkap.

Dalam jenis yoga ini kita akan melakukan beberapa gerakan yakni:

• Peregangan dengan lembut menggunakan alat peraga untuk menopang tubuh dan menghilangkan tekanan dari persendian.

Baca juga: Frog Pose, Gerakan Yoga Sederhana yang Bisa Melepas Stres

• Menahan setiap pose selama 10 menit atau lebih.

Kedua jenis yoga ini dapat membantu meringankan tekanan kehidupan sehari-hari dan cocok untuk orang-orang dari semua tingkatan.

Kedua jenis yoga ini juga bisa ditambahkan ke dalam rutinitas mingguan jika kita ingin mempraktikkan jenis yoga atau aktivitas atletik lainnya.

"Restoratif yoga adalah yang terbaik jika kita menginginkan pengalaman penyembuhan yang tenang," ungkap Goldfarb.

"Yin yoga membutuhkan lebih banyak latihan dan kesabaran untuk mencapai peregangan yang dalam, tetapi dapat bermanfaat secara fisik dan mental," sambung dia.

3. Iyengar

Iyengar yoga dapat diakses oleh orang-orang dari semua kemampuan dan dalam semua tahap kehidupan.

Ini merupakan latihan yang lambat dan kuat, yang mencakup pose berdiri dan duduk yang ditahan untuk waktu yang lebih lama.

Ciri khas utama Iyengar yoga adalah penggunaan alat peraga seperti kursi, balok, dan tali pengikat.

Alat peraga ini dapat membantu orang mencapai postur sambil mempertahankan keselarasan yang tepat.

Instruktur yoga Iyengar biasanya dilatih dan disertifikasi untuk memberikan instruksi dengan bantuan terperinci.

"Iyengar yoga baik untuk segala usia dan tingkat keterampilan, termasuk orang-orang dengan cedera atau memiliki keterbatasan fisik," kata Goldfarb.

4. Vinyasa

Vinyasa yoga atau yang juga dikenal sebagai flow yoga adalah gaya yoga yang aktif. Ini adalah meditasi bergerak yang membawa kita melalui putaran postur.

Vinyasa yoga memiliki fitur aliran cepat dari satu pose ke pose berikutnya, urutan pose yang berulang-ulang, gerakan berbasis napas, serta penahanan singkat dari setiap pose.

Baca juga: Cara Yoga Membantu Menurunkan Berat Badan, Selain Bakar Kalori

"Flow yoga adalah pilihan yang baik untuk orang-orang berpengalaman yang menginginkan kelas yang lebih dinamis," ungkap Goldfarb.

"Jika kita adalah seorang pemula, carilah kelas slow flow yang bergerak dengan kecepatan yang lebih santai dan dapat membantu kita mempelajari gerakan-gerakannya," saran dia.

5. Hot dan Bikram

Jenis-jenis yoga ini biasanya dilakukan di studio berpemanas dengan sangat intens dan menantang.

Bikram yoga, dinamai sesuai dengan nama pendirinya, Bikram Choudhury, adalah kelas 90 menit di ruangan yang dipanaskan hingga 40 derajat Celsius.

Ini mencakup 26 pose tetap dan dua latihan pernapasan yang kita lakukan dalam urutan yang sama di setiap kelas.

Sementara, hot yoga kurang terstruktur dan mencakup kelas dengan berbagai urutan, intensitas, serta panas.

Secara umum, manfaat panas adalah memungkinkan tubuh kita untuk membuka dan meregang melebihi fleksibilitas kita yang biasa. 

Goldfarb pun memperingatkan, hot yoga dapat membuat tubuh stres.

Jadi, latihan ini sebaiknya dilakukan oleh orang yang memiliki kondisi kesehatan yang baik dan dengan pengalaman yoga sebelumnya.

6. Ashtanga

Ashtanga yoga adalah bentuk yoga yang mengalir, yang terdiri dari enam tingkatan masing-masing dengan urutan pose yang telah ditetapkan.

Tingkatannya pun berkisar dari awal hingga tingkat lanjut, tetapi tingkat pemulanya terbilang cukup menantang.

Tingkat termudah biasanya membutuhkan waktu 90 menit termasuk backbends dan headstand.

Seperti halnya gaya yoga lainnya, napas dan fokus kita adalah kunci saat kita sedang bergerak melalui postur.

"Ashtanga adalah bentuk yoga yang intens," kata Goldfarb.

"Tetapi kita dapat memodifikasi postur berdasarkan kemampuan dan pelajari lebih lanjut tentang yoga ini, serta temukan instruktur yang kita percayai sebelum melakukannya," dia memberi rekomendasi.

Baca juga: Berat Badan Turun akibat Yoga, John Cena Malah Depresi, Ada Apa?

7. Power

Power yoga mirip dengan ashtanga yoga tetapi tidak melibatkan postur yang ditetapkan.

Ini adalah kelas atletik yang mengalir yang memberi kita latihan seluruh tubuh sambil tetap menghubungkan napas dan gerakan.

Beberapa studio akan menawarkan power yoga di ruangan berpemanas untuk meningkatkan tingkat keringat.

Kita juga akan menemukan beberapa kelas yang diatur dengan musik.

Power yoga sangat ideal untuk orang yang ingin membakar kalori dan meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuh.

Baik studio dan instruktur juga biasanya memiliki getaran mereka sendiri.

Jadi, bereksperimenlah untuk menemukan yang cocok dengan kepribadian dan tingkat kebugaran kita.

 

Yoga juga baik sebagai salah satu olahraga untuk penderita diabetes dengan membantu mengurangi stres dan mengelola kondisi tersebut.SHUTTERSTOCK Yoga juga baik sebagai salah satu olahraga untuk penderita diabetes dengan membantu mengurangi stres dan mengelola kondisi tersebut.
Menemukan latihan yoga yang tepat

Banyak orang memulai yoga sebagai jalan menuju peningkatan kesehatan, mengurangi stres, dan penemuan diri.

Latihan yoga yang berkelanjutan dapat memenuhi semua tujuan ini. Tetapi, bagaimana kita bisa menemukan latihan yang tepat untuk kita?

Goldfarb pun merekomendasikan beberapa hal berikut.

• Menentukan tujuan yoga

Langkah pertama adalah memutuskan apa yang kita inginkan dari kelas yoga.

Tujuan kita melakukan yoga mungkin termasuk peningkatan fleksibilitas, peningkatan kekuatan, menghilangkan stres atau trauma, hingga penurunan berat badan.

Selanjutnya, pikirkan tentang jenis kelas apa yang mungkin kita sukai.

Goldfarb pun menyarankan kita untuk berbicara dengan penyedia layanan kesehatan untuk memastikan yoga yang aman untuk kita.

Kemudian, mulailah dengan kelas dasar. Carilah kelas hatha pemula, slow flow, atau restoratif.

Jika kita memiliki pengalaman dan menginginkan kelas yang menggabungkan lebih banyak gerakan fisik maupun penguatan, cobalah ashtanga atau power yoga.

Semua studio yoga biasanya menawarkan deskripsi kelas mereka dan memungkinkan kita untuk mengamati kelas pertama.

Baca juga: 7 Gerakan Prenatal Yoga, Cocok untuk Ibu Hamil

• Memilih instruktur yang sangat membantu

Studio yoga dengan instruktur yang ramah, berpengalaman, dan sangat membantu kita pastinya juga sangat memotivasi kita untuk terus melakukannya.

"Menemukan instruktur yang dapat membantu kita mencapai tujuan itu sangatlah penting," kata Goldfarb.

Jadi, pastikan instruktur tersebut bersertifikat melalui Yoga Alliance atau organisasi terkemuka lainnya.

Terlepas dari kelas yoga yang kita pilih, instruktur kita juga harus bisa mendorong kita untuk tetap berada dalam batas kemampuan.

Sebab, sebagian besar cedera yoga terjadi ketika kita memaksakan diri terlalu keras.

Maka dari itu, berfokuslah pada olah napas di seluruh kelas karena ini merupakan dasar dari yoga dan penting untuk latihan yang tepat.

• Merasa nyaman di kelas

Kelas yoga harus dapat diakses dan inklusif.

Kelas-kelas ini juga harus menyediakan lingkungan yang ramah dan suportif, bebas dari penghakiman maupun persaingan.

Baca juga: Kiat Menurunkan Berat Badan dengan Yoga

Kita pun tidak boleh mengalami rasa sakit atau ketidaknyamanan saat mengikuti kelas yoga.

Jadi, pastikan untuk menemukan kelas yang memungkinkan kita untuk maju dengan kecepatan yang nyaman.

Saat kita bereksperimen dengan kelas yoga yang berbeda, kita akan menemukan bahwa beberapa kelas lebih sesuai dengan cita-cita kita daripada yang lain.

"Menemukan kelas yang berfokus pada pernapasan, mempromosikan kebaikan diri sendiri, dan terasa aman adalah yang paling penting," imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.