Kompas.com - 10/08/2022, 05:21 WIB

KOMPAS.com - Tubuh sebenarnya membutuhkan kolesterol untuk membantu proses pembentukan sel-sel sehat.

Hanya saja, kadar kolesterol yang terlalu tinggi justru dapat memicu pembentukan plak yang menyumbat aliran darah di pembuluh darah.

Ketika itu terjadi, maka risiko kesehatan kronis seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2 meningkat.

Tingginya kadar kolesterol bisa dikelola dengan mengubah pola makan. Lalu seperti apa rencana diet untuk menurunkan kolesterol?

Baca juga: Manfaat Makan Alpukat untuk Turunkan Kadar Kolesterol

Diet "ramah" kolesterol

Seperti disarankan American Heart Association, salah satu upaya untuk mengurangi kolesterol adalah membatasi asupan lemak jenuh dan lemak trans.

Sebagai gantinya, kita berfokus pada makanan yang kaya akan asam lemak omega-3 serta asam lemak tak jenuh lainnya.

Menambah asupan serat larut juga baik dalam menurunkan kolesterol. Sebab, serat akan mencegah lemak untuk diserap oleh tubuh.

Ternyata, ada satu pola diet sehat yang bisa memberikan efek menyeluruh dalam menurunkan kolesterol, yakni diet nabati yang terdiri dari biji-bijian, kacang-kacangan, polong-polongan, buah-buahan dan sayuran.

Baca juga: 6 Makanan Penurun Kadar Kolesterol

Setiap makanan dalam kategori diet nabati di atas dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol.

Dalam penelitian berskala besar yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, ditemukan asupan buah dan sayuran berbanding terbalik dengan kolesterol LDL alias kolesterol jahat pada pria dan wanita.

Riset lain juga menemukan makanan nabati seperti gandum, kacang-kacangan, barley (jelai), dan kacang pohon sebagai makanan penurun kolessterol.

Tinjauan studi pada tahun 2020 mengungkap, pola diet tinggi makanan nabati seperti diet mediterania, diet nordik, diet DASH, diet vegetarian dan vegan semuanya membantu mengurangi kolesterol LDL.

Baca juga: Makan Alpukat Tiap Hari, Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

Beberapa diet tersebut tidak hanya tinggi serat, namun juga cenderung rendah lemak jenuh dan tinggi lemak tak jenuh.

Dengan adanya temuan studi ini, bukan berarti kita harus menghindari produk hewani sama sekali untuk menurunkan kolesterol.

Tetapi setidaknya, ada beberapa makanan hewani yang bisa diganti dengan makanan nabati.

Tambahkan buah-buahan atau sayuran setiap kita makan. Bisa juga menyantap satu porsi oatmeal saat sarapan, atau mencoret menu daging di hari-hari tertentu.

Baca juga: Cara Penyajian Kopi Rupanya Pengaruhi Kadar Kolesterol, Seperti Apa?

Jika kita berfokus pada diet nabati yang minim olahan, diet tersebut dapat membantu menjaga tekanan darah kita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Eat This


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.