Kompas.com - 08/08/2022, 13:04 WIB

KOMPAS.com - Hasil penelitian yang dipublikasikan di Journal of the American Heart Association mendapati manfaat alpukat untuk kesehatan tubuh.

Alpukat yang dikenal tinggi lemak itu ternyata mampu menurunkan kadar kolesterol dan tidak menyebabkan penambahan berat badan.

Fakta tersebut terungkap usai studi yang dinamai Habitual Diet and Avocado Trial (HAT) menjaring 1.000 orang sebagai responden.

Dalam hal ini, mereka diminta mengonsumsi satu alpukat setiap hari selama enam bulan agar peneliti dapat melihat dampaknya bagi kadar kolesterol.

Baca juga: 4 Faktor Utama Penyebab Kadar Kolesterol Tidak Terkendali

"Satu alpukat tidak memberi peningkatan yang signifikan secara klinis pada lemak perut dan faktor risiko kardiometabolik lainnya."

Demikian penjelasan yang disampaikan penulis studi yang juga profesor di Loma Linda University School of Public Health, Joan Sabate, MD.

Hubungan alpukat dan kolesterol

Untuk melihat manfaat yang nyata dari alpukat, peneliti pertama-tama memberi instruksi secara tertulis kepada responden.

Peneliti menjelaskan cara mematangkan, memotong, membuang biji, menggupas buah, dan memberi ide resep tentang alpukat.

Namun penjelasan tersebut tidak dibarengi dengan konseling atau bimbingan pola makan kepada responden.

Peneliti kemudian membagi responden menjadi dua kelompok. Satu kelompok diminta untuk mengonsumsi alpukat, sementara lainnya tidak.

Dalam hal ini, Sabate mendapati kelompok yang makan alpukat mengalami penurunan kolesterol total dan kolesterol jahat alias LDL.

Baca juga: Jangan Mengiris Alpukat dengan Pisau Logam, Mengapa?

Penurunan kolesterol pada kelompok itu berlangsung sedang tetapi secara normal berjalan signifikan ketimbang responden yang tidak makan alpukat.

Selain itu, responden yang diminta memakan alpukat juga menunjukkan serat dalam buah ini dapat menurunkan kadar kolesterol.

Itu tidak bisa dilepaskan dari terkandungnya 3,3 gram serat larut dalam satu buah alpukat.

"Perbedaan antarkelompok dalam kolesterol total dan LDL-C sejalan dengan perbedaan serta makanan yang diamati tiap kelompok," kata penulis studi.

Peneliti juga melakukan pengukuran terhadap responden. Pengukuran mencakup lingkar pinggang, berat badan, indeks massa tubuh, dan insulin.

Ahli kardiologi asal Lenox Hill Hospital, New York, Aeshita Dwivedi, MD, mengatakan, kolesterol jahat yang disorot dalam studi ini memang membahayakan tubuh.

Karena kolesterol jahat dapat membentuk plak di pembuluh darah. Jika dibiarkan, plak bisa memicu serangan jantung dan stroke.

Baca juga: 6 Karbohidrat Sehat untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

“Penting untuk mendiskusikanpola makan dengan dokter dan atau ahli gizi," katanya.

"Agar dapat disesuaikan dengan kondisi medis dan obat yang Anda konsumsi,” tambah Dwivedi.

Studi HAT memang mendapati manfaat makan alpukat setiap hari untuk menurunkan kolesterol.

Akan tetapi Dwivedi menilai hal itu sebaiknya dibarengi dengan gaya hidup yang sehat, berkelanjutan, dan seimbang.

Halaman:
Sumber Healthline


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.