Kompas.com - 30/09/2022, 17:06 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Kita pasti memiliki rumah impian untuk dijadikan tempat tinggal. Terlepas aliran desain yang dianut, manusia selalu mencoba membuat rumah yang nyaman, mendatang sukacita dan kesejahteraan bagi dirinya.

Karenanya ketika berada di proses pembangunan, tidak sedikit waktu dan uang yang kita investasikan untuk mencapai keinginan tersebut. Tentunya rumah yang nyaman dapat membantu meningkatkan kualitas hidup kita baik secara fisik, mental, maupun emosi.

Namun tahukah kamu, bagaimana suatu rumah berinteraksi dengan alam memiliki pengaruh terhadap kualitas hidup sang penghuni itu sendiri? Hal ini dikarenakan kehidupan manusia dan bumi merupakan satu kesatuan. Jadi ketika bumi sedang mengalami kerusakan, begitu juga dialami dengan manusia.

Faktor sustainability dan ramah lingkungan itulah yang sering dilupakan ketika membangun suatu rumah. Tidak hanya secara eksternal, begitu juga dengan cara kita beraktivitas di dalam hunian tersebut.

Pemaparan ini sempat disampaikan oleh Dyah Fitrisally, Country Marketing Manager IKEA Indonesia, dan Kiki Ramantoko, Country Home Furnishing & Development Leader IKEA Indonesia pada acara Kick Off Media Gathering kampanye Rumahku, Ceritaku di IKEA Alam Sutera, Senin (26/9/22).

Talkshow yang diadakan oleh IKEA Indonesia dalam rangka meluncurkan kampanye Rumahku, Ceritaku, di IKEA Alam Sutera, Senin (26/9/22) Chelsea Austine Talkshow yang diadakan oleh IKEA Indonesia dalam rangka meluncurkan kampanye Rumahku, Ceritaku, di IKEA Alam Sutera, Senin (26/9/22)
“Jadi kita melihat pada saat pandemi itu kan bumi saat ini (bisa dibilang) sakitlah, begitu banyak kerusakan lingkungan terjadi. Perubahan itu saling berkaitan, antara bumi yang mengalami kerusakan dan juga kehidupan di rumah," tutur Fitrisally.

"Hal-hal kecil yang lebih dekat dengan lingkungan rumah kita, seperti food waste, (seringkali) dianggap permasalahan kecil. (Padahal) food waste itu malah bisa menimbulkan efek sampai 25x terhadap perubahan atau pencemaran lingkungan,”

Kiki kemudian menceritakan survei yang pernah dilakukan oleh IKEA Indonesia mengenai gaya hidup sustainable dan environmental friendly. Hasil menunjukkan bahwa Banyak orang tertarik mengadopsinya, tapi merasa bingung harus mulai dari mana, kurangnya support system, dam dipikir mahal untuk mengadaptasi gaya hidup seperti ini.

Menanggapi faktor-faktor tersebut, Siti Soraya Cassandra, Co-Founder Kebun Kumara, membalas bahwa sustainability bukanlah sesuatu hal yang sulit untuk diterapkan.

Sustainability itu kalau kita sederhanakan, itu definisinya adalah sebuah kewajaran. Jadi hidup wajar saja, yang mensejahterakan jiwa kita, raga kita, dan purpose kita. Menyederhanakan hal itu bisa dilakukan dari rumah,” ucap Cassandra.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.