Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenali Risiko Penyakit Jantung Berdasarkan Golongan Darah

Kompas.com - Diperbarui 15/01/2023, 16:26 WIB
Ryan Sara Pratiwi,
Sekar Langit Nariswari

Tim Redaksi

"Sebagian besar orang dengan hipertensi tidak memiliki gejala apa pun. Namun, tekanan darah bisa menjadi tinggi selama bertahun-tahun dan tubuh dapat beradaptasi dengan tekanan darah tinggi untuk jangka waktu yang lama," ujar dia.

Hal itu bisa membuat otot jantung menjadi tebal, yang disebut hipertrofi ventrikel kiri, sehingga menyebabkan kerusakan organ akhir.

Baca juga: Apakah Kelelahan Bisa Jadi Tanda Hipertensi? Ini Penjelasannya

"Jadi, hipertensi yang tidak terkontrol bisa menyebabkan empat besar penyakit kronis, termasuk stroke, serangan jantung, gagal jantung, dan penyakit ginjal," tutur Laffin.

"Dan sekali lagi, ini terjadi selama bertahun-tahun. Jika kita mampu mengurangi tekanan darah, itu akan memberi kita manfaat terbesar dalam hal mengurangi risiko stroke dan penyakit jantung di masa depan," saran dia.

• Kolesterol tinggi

Kolesterol tinggi juga terkait dengan penyakit jantung dan stroke.

"Dislipidemia juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke," kata ahli jantung, Andrew Calvin, MD.

"Dislipidemia berarti kadar kolesterol dan trigliserida yang tidak normal."

"Meskipun zat-zat lemak ini diperlukan tubuh untuk berfungsi secara normal, terlalu banyak jenis lemak jahat atau tidak cukup banyak jenis lemak baik meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, atau penyempitan arteri di lengan atau kaki," lanjut dia.

Baca juga: Cek Fakta, Benarkah Bawang Putih Bisa Menurunkan Kolesterol?

Ada tiga jenis kolesterol yang berbeda, yakni HDL, LDL, dan trigliserida.

LDL adalah kolesterol yang jahat, sementara HDL adalah jenis yang bermanfaat yang membantu menurunkan LDL.

"Kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL)," ujar Calvin.

"Terlalu banyak kolesterol jahat dalam darah bisa menyebabkan penumpukan endapan lemak (plak) di arteri (aterosklerosis), yang mengurangi aliran darah. Plak ini terkadang pecah dan dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke," jelas dia.

• Merokok

Merokok sangat buruk bagi jantung.

Penelitian menunjukkan bahwa perokok memiliki peningkatan risiko serangan jantung atau stroke, bahkan tanpa peringatan sebelumnya tentang masalah kardiovaskular.

"Sering kali ada lebih banyak kesadaran dan kekhawatiran tentang kanker sebagai akibat dari merokok daripada penyakit jantung."

"Jadi, kami ingin mendefinisikan dengan lebih baik risiko merokok yang terkait dengan berbagai jenis penyakit kardiovaskular. Dan yang paling penting, untuk kematian kardiovaskular," terang asisten profesor kedokteran di divisi kardiologi di Northwestern University's Feinberg School of Medicine di Chicago, AS, Sadiya S. Khan.

Baca juga: Sedih dan Kesepian Bikin Cepat Tua, Sebanding dengan Merokok

Menurut dia, bahkan setelah menyesuaikan kematian yang tidak terkait dengan jantung, seperti karena kanker paru-paru, analisis menemukan bahwa kejadian fatal atau non-fatal terkait penyakit kardiovaskular lebih mungkin terjadi di antara orang-orang yang merokok.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com