Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - Diperbarui 25/08/2023, 07:30 WIB
Sekar Langit Nariswari

Penulis

Sumber SCMP

KOMPAS.com - Ginjal tak hanya menghasilkan urine namun juga kaya manfaat lainnya.

Ukurannya memang hanya sekepalan tangan, terletak di kedua sisi tulang belakang tepat di bawah tulang rusuk, namun kinerjanya sangat besar untuk kesehatan kita.

Organ ini berfungsi untuk mengatur tekanan darah, memproduksi vitamin D dan sejumlah hormon, merangsang produksi sel darah merah, dll.

Bisa dikatakan, organ adalah pabrik kimia tubuh.

Baca juga: 8 Tanda Penyakit Ginjal yang Jarang Disadari

Sayangnya, banyak yang kurang menjaga kesehatan ginjalnya, tidak menyadari bahayanya untuk kesehatan di masa depan.

Apalagi, masalah ginjal cenderung memicu gejala yang tidak signifikan sehingga luput dari perhatian.

Cara kerja ginjal

Gangguan pada ginjal akan membuat cara kerja tubuh kita berantakan.

“Sayangnya, [disfungsional] ginjal membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dirasakan,” kata Dr Volker Lechterbeck, kepala dokter di departemen nefrologi Rumah Sakit Petrus di Wuppertal, Jerman, dikutip dari SCMP.

Pasalnya, gangguan ginjal seringkali tidak disertai rasa sakit atau gejala lainnya, jelasnya.

Baca juga: Tanda Penyakit Ginjal yang Sebaiknya Diperhatikan

Memastikan kesehatan ginja harus dilakukan secara teratur oleh dokter, salah satunya dengan strip tes urine untuk memastikan apakan produksi proteinnya sesuai.

“Akhir-akhir ini kami gencar mempromosikan penentuan albumin urin,” kata Dr Kai Martin Schmidt-Ott, spesialis penyakit dalam dan nefrologi di Rumah Sakit Universitas Charité di Berlin, Jerman.

Albumin adalah protein yang ditemukan dalam darah; salah satu fungsinya adalah menjaga agar cairan tidak bocor keluar dari aliran darah.

Ginjal menyaring darah dan membuang produk limbah yang kemudian dikeluarkan melalui urin.

Ginjal yang sehat tidak menghilangkan protein dan nutrisi penting lainnya sehingga ekskrealbumin dapat mengindikasikan penyakit ginjal kronis.

Ilustrasi ginjal.SHUTTERSTOCK Ilustrasi ginjal.
Dokter juga dapat melakukan tes laboratorium pada sampel darah untuk mengukur tingkat kreatinin, produk limbah dari kerusakan alami jaringan otot.

Halaman:
Sumber SCMP
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com