Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - Diperbarui 02/05/2023, 16:06 WIB
Ryan Sara Pratiwi,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

Sumber The Spruce

KOMPAS.com - Tikus adalah hama yang kerap masuk ke rumah melalui lubang-lubang kecil atau juga menggigitinya hingga besar.

Begitu masuk ke dalam rumah—jika tikus dapat menemukan makanan dan air—kemungkinan besar hewan ini akan tinggal dan populasinya bisa berkembang pesat.

Melihat tikus menyerang rumah kita memang sangat tidak menyenangkan dan menjijikkan.

Tetapi yang lebih buruk lagi, hewan pengerat ini dapat menyebabkan kerusakan dengan kebiasaannya menggerogoti, membuat sarang, buang air kecil dan besar, serta berpotensi menyebarkan penyakit.

Baca juga: Ketahui, Efek Samping Gigitan Tikus dan Tips Perawatannya

Jika kita merasa ada tikus di rumah, kita bisa melihatnya melalui sejumlah fakta berikut ini.

1. Membuat sarang

Tikus senang memiliki sarang yang bagus, lembut, dan nyaman untuk melahirkan bayi.

Jadi, hewan pengerat ini akan menggunakan apa pun yang dapat ditemukan seperti koran bekas, pakaian, kain yang disimpan di dalam kardus (mudah dikunyah), tumpukan majalah, atau bahkan berkas-berkas penting.

Bahkan drywall, insulasi, dan kabel rumah kita pun tidak aman.

Hal ini dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada rumah dan berpotensi menyebabkan kebakaran yang menyala dari kabel yang terbuka.

2. Berburu makanan

Sebelum atau setelah membuat sarang, tikus akan berkeliaran di rumah untuk mencari makanan.

Saat berkeliaran, hewan pengerat ini buang air kecil dan menjatuhkan kotorannya di sepanjang jalan, mengotori segalanya.

Jika tikus berhasil masuk ke dapur atau tempat penyimpanan makanan, kemungkinan besar hewan ini akan menginjak-injak makanan dan kemasannya.

Baca juga: 5 Kondisi Lingkungan yang Bikin Tikus Betah Bersarang di Rumah

Pada saat kita menyentuh benda-benda tersebut, kita juga akan menyentuh jejak kencingnya.

Tikus memiliki gigi yang sangat tajam dan akan mengunyah kemasan untuk mendapatkan makanan.

Begitu masuk ke dalam makanan, hewan ini berpotensi menjadi sumber berbagai penyakit, termasuk:

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com