Mengenal Beda Beskap yang Dipakai Bobby Saat Menikah - Kompas.com

Mengenal Beda Beskap yang Dipakai Bobby Saat Menikah

Kompas.com - 09/11/2017, 13:47 WIB
Menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution (kedua kanan) bersama istrinya, Kahiyang Ayu (kanan) menerima buku nikah dengan disaksikan Presiden Joko Widodo (kedua kiri), Wakil Presiden Jusuf Kalla (ketiga kiri) dan Ketua MUI KH Maruf Amin (keempat kanan) seusai ijab kabul di Gedung Graha Saba, Sumber, Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/11/2017).ANTARA FOTO/MAULANA SURYA Menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution (kedua kanan) bersama istrinya, Kahiyang Ayu (kanan) menerima buku nikah dengan disaksikan Presiden Joko Widodo (kedua kiri), Wakil Presiden Jusuf Kalla (ketiga kiri) dan Ketua MUI KH Maruf Amin (keempat kanan) seusai ijab kabul di Gedung Graha Saba, Sumber, Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/11/2017).

SOLO, KOMPAS. com - Bobby Nasution telah resmi menjadi menantu Presiden Jokowi pada Rabu (08/11/2017).  Selama prosesi pernikahan tersebut, Bobby, yang berasal dari Tapanuli Selatan harus menggunakan pakaian adat Jawa sesuai dengan budaya keluarga Jokowi.

Selama menjalani berbagai prosesi adat, Bobby mengenakan beskap atau kemeja tebal dan tidak berkerah lipat, yang merupakan pakaian adat pria Jawa.

Saat prosesi siraman berlangsung, Bobby memakai beskap landung lengkap dengan penutup kepala khas Jawa yang bernama blangkon. Sementara itu, saat prosei akad dan resepsi di pagi hari, Bobby mengenakan beskap sikepan.

Haryanto, kakak kedua Iriana Jokowi, juga mengatakan bahwa saat prosesi siraman pihak keluarga dan panitia lelaki menggunakan beskap landung. Sementara saat akad dan resepsi, pihak keluarga dan mempelai pria memakai beskap sikepan.

Gubernur Sumatera Utara Erry Nuradi melakukan tradisi siraman menjelang pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dengan Bobby Afif Nasution, Selasa (7/11/2017).Dok Humas Pemprov Sumatera Utara Gubernur Sumatera Utara Erry Nuradi melakukan tradisi siraman menjelang pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dengan Bobby Afif Nasution, Selasa (7/11/2017).
"Saat siraman ini pakai beskap landung, yaitu beskap yang bentuknya panjang di bawah pinggul. Nanti saat ijab dan resepsi pihal keluarga dan pengantin pria memakai beskap sikepan, yaitu beskap yang bagian belakangnya pendek," ujar Haryanto.

Seperti diketahui, memang terdapat beberapa variasi beskap. Bani Sudardi, Guru Besar Kajian Budaya Universitas Sebelas Maret, mengatakan bahwa beskap landung dan sikepan tersebut memiliki fungsi yang berbeda.

"Beskap sikepan bagian belakangnya itu pendek dengan tujuan memperlihatkan keris. Berbeda dengan beskap landung yang tidak perlu memakai aksesori keris saat memakainya. Bagi lelaki. Jawa, keris itu simbol ketangguhan, " papar Bani.

Ia menambahkan, terdapat perbedaan busana adat pria untuk Solo dan Yogyakarta, terutama pada blangkon.

"Blangkon gaya Solo ini bentuk bagian belakangnya gepeng,  sedangkan Yogya ada pentolan di bagian belakangnya. Untuk beskap Solo sendiri adalah adaptasi dari jas Belanda. Sementara beskap gaya yogya itu asli dari kerajaan Mataram yang biasa disebut bajub takwa" tambah Bani.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLusia Kus Anna
Komentar
Close Ads X