Salin Artikel

Cegah Penyakit Kronis dengan Perbanyak Konsumsi Gandum Utuh

Konsumsi serat yang direkomendasikan adalah bersumber dari gandum utuh (whole grains).

Guru Besar Pangan dan Nutrisi dari Institut Pertanian Bogor, Ali Khomsan, menjelaskan, whole grains merupakan biji-bijian yang belum diolah sehingga masih mengandung bagian penting yang bernutrisi.

“Berbeda dengan whole grain, refined grain sudah melalui proses pengolahan sehingga yang dikonsumsi hanya  bagian endosperm yang tinggal mengandung karbohidrat,” kata Ali dalam acara media talkshow yang diadakan oleh Nestle di Jakarta beberapa waktu lalu.

Whole grains mengandung banyak zat gizi, seperti vitamin, mineral, antioksidan, dan yang terbanyak adalah serat.

Perbandingan jumlah serat pada whole grains dan refined grains, menurut Ali, adalah 10:1.

“Jumlah serat pada whole grain 10 kali lipat dari refined grain,” kata penulis banyak buku tentang nutrisi ini.

Berbagai penelitian membuktikan manfaat konsumsi gandum utuh terhadap pencegahan penyakit. 

“Konsumsi beras merah secara signifikan akan menurunkan berat badan dan kadar kolesterol. Selain itu, konsumsi whole grain 2-3 serving sehari akan mengurangi risiko penyakit jantung sampai 30 persen,” paparnya.

Sumber serat

Beberapa jenis whole grains yang bisa kita temui antara lain oat, beras merah, beras coklat, barley, sorgum, dan jagung.

Sementara refined grain antara lain beras putih, roti tawar putih, tepung terigu, biskuit, dan masih banyak lagi.

Ali menilai konsumsi whole grains masyarakat Indonesia sangat sedikit. Padahal, angka penyakit tidak menular terus meningkat. Dengan perubahan pola makan, seharusnya penyakit akibat gaya hidup ini bisa diturunkan.

“Kalau di negara maju seperti Amerika Serikat, rekomendasinya 48 gram perhari. Ini bisa dipenuhi dengan tiga slice roti gandum utuh dalam sehari,” ujarnya.

Meski data Riskesdas Kementrian Kesehatan RI tidak menghitung secara spesifik konsumsi biji-bijian, namun di daerah Gorontalo yang banyak makan jagung saja konsumsi whole grains-nya baru 15 gram perhari. 

“Bandingkan dengan konsumsi beras putih rata-rata orang Indonesia yang mencapai 200 gram perhari,” kata Ali.

Tantangan

Untuk menumbuhkan kebiasaan mengonsumsi gandum utuh, Nestle Breakfast Cereals meluncurkan “Tantangan 7 Hari Gandum Utuh”.

“Kami ingin mengajak orangtua di Indonesia untuk menambahkan gandum utuh ke dalam menu sehari-hari, misalnya saat sarapan,” kata Business Executive Officer Cereal Partners Worldwide Indonesia, Alaa Shaaban, dalam acara yang sama.

Ia menambahkan, teknologi yang dimiliki Nestle memungkinkan proses pengolahan yang menjaga kandungan serat dan nutrisinya.

“Kami menyajikan gandum utuh dalam produk sereal. Teknologinya memang tidak mudah,” kata Alaa.

 

 

https://lifestyle.kompas.com/read/2019/04/02/070000420/cegah-penyakit-kronis-dengan-perbanyak-konsumsi-gandum-utuh

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.