Kompas.com - 18/05/2017, 11:40 WIB
ILUSTRASI - Seorang turis perempuan berjemur di pantai. ShutterstockILUSTRASI - Seorang turis perempuan berjemur di pantai.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Menghabiskan waktu terlalu lama di bawah sinar matahari bisa berakibat terjadinya sunburn (kulit terbakar). Gejalanya antara lain kulit terasa perih, panas, dan sensitif.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mempercepat pemulihan, yakni mandi dengan air dingin, gunakan pelembab kulit yang tidak mengandung pewangi, dan hindari dulu terkena sinar matahari.

Meski kulit sudah mulai pulih, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari agar peradangan pada kulit benar-benar sembuh.

1. Pakai pakaian ketat
Setelah kulit terbakar, biarkan kulit "bernapas", karena itu memakai pakaian ketat sebaiknya dihindari karena peradangan masih terjadi.

"Tubuh mencoba merespon trauma dengan meningkatkan aliran darah ke area yang terbakar untuk mempercepat pemulihan. Kondisi ini membuat area menjadi merah, hangat, dan ada peradangan. Memakai baju ketat akan memperbesar respon ini sehingga kulit semakin bengkak," kata Dr.Shereene Idriss, ahli dermatologi.

2. Pakai produk pewangi lidah buaya
Tanaman lidah buaya memang mengandung zat anti-peradangan dan berdampak baik bagi kulit setelah terbakar sinar ultraviolet. Tetapi, memakai produk kulit yang mengandung pewangi lidah buaya bisa menyebabkan iritasi bertambah parah. Sebaiknya langsung pakai tanaman lidah buaya untuk mendinginkan kulit.

3. Malas minum
Selalu ingat untuk minum. "Saat kulit terbakar sinar UV, bukan hanya terasa sakit di permukaan tetapi juga cairan di kulit ikut terserap. Jadi, gantilah cadangan cairan itu dengan mengonsumsi banyak air selama beberapa hari setelah sunburn," kata Dr.Keith LeBlanc, ahli dermatologi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

4. Pakai kosmetik
Walau kulit wajah yang terbakar matahari tampak buruk, tetapi jangan menutupinya dengan kosmetik. Cara paling cepat untuk menyembuhkan sunburn adalah membiarkan kulit bernapas.

Alat kosmetik seperti spons bedak atau kuas yang tidak bersih juga bisa menjadi sarana infeksi atau reaksi alergi. Jadi, untuk sementara waktu biarkan kulit tampil apa adanya.

5. Menggaruk kulit
Saat kulit mulai mengelupas, itu artinya mulai sembuh. Jangan ganggu proses tersebut dengan menggaruk atau menggosok kulit. Hindari pula melakukan produk pengelupas kulit yang mengandung retinoid, asam salisilat, atau asam glikolik.

Biarkan kulit mengelupas secara alami. Cukup oleskan produk pelembab kulit yang tidak mengandung pewangi atau zat-zat tambahan lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.