Kompas.com - 09/07/2017, 12:12 WIB
|
EditorWisnubrata

Tato pernah diidentikkan dengan pelaku kriminal, anggota gang, atau pelaut -- salah satunya berkat tokoh Popeye si Pelaut. Namun belakangan, seni tato juga diminati orang-orang lain yang tidak ada kaitannya dengan profesi-profesi menyeramkan. Bahkan beberapa pekerja kantoran pun menghiasi tubuhnya dengan tato.

Maraknya tren itu mungkin menjadikan Anda ingin membuat tato. Tapi sebelum memutuskan hal itu dan sebelum jarum tato terlanjur menembusi kulit Anda, perhatikan benar-benar beberapa hal ini:

1. Pikir ulang

Tato akan menempel pada kulit Anda selamanya. Jadi renungkan apakah Anda ingin ada gambar yang tidak bisa dihapus di tubuh Anda. Jika Anda yakin, pertanyaan selanjutnya adalah apakah gambar yang Anda pilih benar-benar Anda sukai?

Soal pilihan gambar ini ada baiknya Anda renungkan dulu apa yang Anda suka, dan jangan lupa melihat-lihat berbagai pilihan gambar dengan tema serupa atau berbeda.

Beberapa orang yang menato tubuh dengan nama kekasihnya atau tokoh idolanya, akhirnya kecewa karena ia ternyata putus cinta misalnya, atau ternyata tidak lagi menyukai tokoh itu.

2. Pilih seniman tato yang cocok

Tato bukanlah seni yang murah. Harga sebuah tato di lengan Anda bisa mencapai jutaan rupiah. Tapi ini bukan alasan untuk mencari sembarang seniman tato.  Anda perlu mempertimbangkan portofolio dari seniman tato yang dipilih, misalnya lewat hasil karya-karyanya di Instagram, atau berdasarkan referensi teman yang memang paham soal tato.

 

Coverup Earth water fire air . . #tattoo #inked #blackworktattoo #nadink

A post shared by nadya natassya (@nadcil) on May 26, 2017 at 2:44am PDT

Biasanya seniman tato yang karyanya bagus akan banyak dicari orang. Artinya, untuk membuat tato darinya, kita perlu mengisi daftar tunggu, yang bisa jadi mencapai beberapa bulan ke depan.

Selain itu, kebanyakan seniman tato memiliki gaya khas yang menjadi cirinya. Beberapa orang sangat bagus membuat tato gambar wajah seseorang, yang lain lebih bagus dalam gaya oriental (biasanya gaya Jepang). Ada juga yang mengkhususkan diri pada teknik titik, atau juga teknis tradisional, seperti gaya Mentawai atau Dayak.

Halaman:
Sumber Mademan


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.