7 Manfaat Yoga untuk Pria

Kompas.com - 07/04/2018, 20:07 WIB
Ilustrasi yoga Sukhasana fizkesIlustrasi yoga Sukhasana
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Pada umumnya, kelas-kelas yoga yang tersedia di berbagai pusat olahraga dihadiri oleh wanita. Namun fakta ini mungkin akan mengejutkan kamu: yoga bukan olahraga khusus wanita saja. Yoga untuk pria juga memiliki manfaat yang sama.

Rutin beryoga akan mengasah fokus mental kita dan mengguyur racun keluar dari dalam tubuh. Yoga juga akan meningkatkan fleksibilitas tubuh, yang berguna tidak hanya untuk kesiapan fisik untuk olahraga lain, namun juga meningkatkan performa di tempat tidur

Berikut adalah 7 manfaat menguntungkan yoga untuk pria yang patut kamu simak.

1. Meningkatkan jangkauan gerak tubuh

Kamu mungkin berpikir bahwa jangkauan gerak adalah hal yang sama seperti fleksibilitas, tapi keduanya sedikit berbeda. Pria memiliki banyak kelompok otot keras, seperti hamstring (otot belakang paha), glutes (pinggul dan bokong), perut, dan bahu. Yang tidak kita sadari, otot-otot ini memiliki batasan kemampuan untuk dilatih memenuhi kapasitas rentang geraknya.

Saat kita hanya melakukan latihan seperti angkat beban atau bench press, gerakan berulang dan monoton yang memfokuskan hanya pada kelompok otot tertentu, lama-kelamaan akan membatasi jangkauan gerak dalam fungsionalitas sehari-hari.

Kelas yoga untuk pria akan menekankan gerakan yang bisa membuka jalan bagi otot-otot ini bekerja lebih optimal. Peningkatan kelenturan akan membantu tubuh untuk memberikan kapasitas gerak terbaiknya, yang bisa menguntungkan di gym untuk sesi workout selanjutnya. Siapa sih yang tidak ingin memiliki postur dan gerakan yang lebih baik saat melakukan bench press?

2. Melancarkan pernapasan

Kamu mungkin merasa bernapas baik-baik saja selama ini. Tapi kamu akan terkejut saat menemukan bahwa yoga akan menantang untuk memusatkan energi pada tarikan dan hembusan napas, khususnya saat kamu berjuang untuk menjaga postur yang rumit dan tidak familiar untuk tubuh.

Semakin intens kelas yoga, gerakan-gerakan ini “memaksa” kamu untuk memperlambat laju pernapasan daripada mempercepatnya.

Teknik pernapasan ini akan mengajarkan kamu untuk mengambil napas panjang dan perlahan di saat benar-benar membutuhkannya, sekaligus memperluas kapasitas paru untuk memungkinkan kamu menghirup oksigen dalam jumlah yang sama, atau bahkan lebih banyak, dengan pernapasan pendek.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X