Kompas.com - 02/08/2018, 17:00 WIB

“Ketika empat kondisi di atas ada, mutualitas yang diperlukan untuk cinta sejati ada,” katanya.

Ini bisa menjadi hal penting jika kita memiliki pengalaman hubungan masa lalu, di mana kebutuhan kita belum dipenuhi, kita merasa tidak dicintai, atau ditinggalkan.

Mengevaluasi kebersamaan kita juga merupakan cara yang baik untuk mengetahui apakah kita siap berkomitmen untuk menjalin hubungan, atau membutuhkan lebih banyak waktu untuk membangun komitmen.

Baca juga: Sering Konflik dengan Pasangan Memicu Penyakit Fisik

Jika menyadari kita dan pasangan sama-sama merasakan cinta, kepercayaan, manfaat, dan dukungan, intuisi kita mungkin akan menjadi indikator yang bagus apakah mutualisme benar-benar ada.

Ketika ingin membangun kesetaraan dalam hubungan, kita harus fokus untuk bertanggung jawab atas pengaruh tindakan kepada pasangan.

Menurut Shaffer, kita harus menggunakan akal sehat untuk memikirkan hal ini.

Kita harus mempertimbangkan segala konsekuensi yang kita lakukan. Namun, kita juga harus memperhatikan apa yang kita butuhkan dan membicarakannya dengan pasangan.

”Tanpa komunikasi yang konstan, rasa saling menghargai tidak akan pernah tercapai," papar Shaffer.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Fatherly
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.