Tidur Lebih dari 8 Jam Setiap Malam Picu Risiko Kematian Dini? - Kompas.com

Tidur Lebih dari 8 Jam Setiap Malam Picu Risiko Kematian Dini?

Kompas.com - 08/08/2018, 10:00 WIB
Ilustrasi tidur dengan pasangan Ilustrasi tidur dengan pasangan

KOMPAS.com - Tidur cukup, 7-8 jam setiap malam, merupakan salah satu aktivitas yang diperlukan dan berdampak bagi kesehatan.

Namun, tidur melebihi waktu tersebut justru bisa membahayakan.

Laman The Sun merilis artikel yang menyebut orang yang tidur selama 10 jam, 30 persen lebih mungkin meninggal sebelum waktunya, dibandingkan mereka yang tidur selama delapan jam.

Angka yang diperoleh berdasarkan sebuah penelituan itu mengungkap, tidur selama lebih dari 10 jam terkait dengan peningkatan risiko kematian karena stroke dan gangguan kardiovaskular.

Tercatat ada potensi gangguan sebesar 56 persen karena stroke, dan 49 persen peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Kualitas tidur yang buruk juga terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner sebesar 44 persen.

Baca juga: Tubuh Perlu Sarapan Setelah Tidur Malam, Simaklah Penjelasannya

Data ini tertuang dalam hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association.

Peneliti utama Dr Chun Shing Kwok mengatakan kepada laman Mirror, penelitian semacam ini memiliki dampak kesehatan masyarakat yang penting.

Menurut dia, temuan itu menunjukkan bahwa tidur berlebihan adalah penanda peningkatan risiko kardiovaskular.

"Jika pola tidur yang berlebihan ditemukan, terutama jangka waktu yang panjang dari delapan jam atau lebih, maka dokter harus mempertimbangkan pemeriksaan untuk faktor risiko kardiovaskular,” ungkap Kwok.

Apa yang penyebabnya?

Berbagai faktor dapat menyebabkan kondisi terlalu banyak tidur. Bagi mereka dengan hipersomnia, tidur berlebihan merupakan gangguan medis.

Menurut WebMD, kondisi ini menyebabkan orang-orang menderita kelelahan ekstrim sepanjang hari, yang biasanya tidak bisa diselesaikan dengan tidur siang.

Mereka juga tidur untuk waktu yang sangat lama di malam hari.

Obstructive sleep apnea dapat menyebabkan peningkatan kebutuhan tidur karena mengganggu siklus normal.

Baca juga: Jaga Kecantikan dengan Tidur Pakai Sarung Bantal Sutra

Tentu saja, tidak semua orang yang tidur berlebihan mengalami gangguan tidur. Sebab bisa jadi ada pengaruh hormon.

Pakar tidur Dr Nerina Ramlakhan mengatakan kepada Sun Online, saat datang bulan, wanita cenderung lebih lelah dan ingin lebih banyak tidur.

Selain itu, menopause juga dapat memengaruhi tidur.

Kemungkinan penyebab lain dari tidur berlebihan termasuk penggunaan zat-zat, seperti alkohol dan beberapa obat yang diresepkan.

Beberapa kondisi medis —termasuk depresi, juga dapat memengaruhi pola tidur.



Close Ads X