Cerita Desainer Disabilitas "Kampung" yang Akhirnya Bertemu Jokowi...

Kompas.com - 07/01/2019, 07:33 WIB
Desainer disabilitas Rahmat Hidayat asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah menggambar karyanya. KOMPAS.com/RENI SUSANTI Desainer disabilitas Rahmat Hidayat asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah menggambar karyanya.

KOMPAS.com - Sambil duduk di atas karpet plastik warna-warni di teras rumah, pemuda itu mengambil sebatang pinsil dan mulai menggoreskannya di atas selembar kertas. 

Kertas putih itu dia sematkan pada sebuah papan yang dipangku di atas kedua kaki-nya.

Tak berselang lama, goresan-goresan pensil dari pemuda bernama Rahmat Hidayat itu mulai berbentuk, menyerupai sosok tubuh perempuan dengan mengenakan gaun pesta.

“Gambarnya hampir selesai. Nanti kalau sudah selesai tinggal diwarnai,” ujar lelaki 25 tahun itu.

Rahmat adalah putra pertama pasangan Ati Susilawati dan Hasan, yang memiliki keterbatasan fisik pada kedua kakinya, hingga tak bisa berjalan.

Baca juga: Helm Custom Jokowi Dibanderol Rp 6 Juta, Gibran Tak Jadi Beli...

Bahkan, -tak hanya itu, cara dia menggenggam pinsil pun berbeda, karena ada kelainan pada pergelangan tangannya.

Bersama empat saudaranya, Rahmat tinggal di rumah panggung sederhana di Kampung Ciawitali, Desa Sindangkerta, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Bukan hal mudah untuk mencapai rumah Rahmat yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Bandung.

Akses dari jalan desa, hanya bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki, atau bermotor dengan menyusuri pematang sawah, melintasi jalan tanah dan berbatu.

Tak pernah sekolah


Keterbatasan fisik dan kondisi ekonomi membuat Rahmat tak pernah bersekolah. Untuk mencapai SD terdekat, dibutuhkan waktu setidaknya 30 menit, itu pun dengan digendong.

Kondisi tersebut tentu amat sulit bagi Rahmat.

Namun ternyata, dia tidak ingin menyerah pada keadaan dan menggantungkan hidup pada nasib.

Meski tak sekolah, dia tetap belajar baca tulis dari sang bibi, Nina Herlina. "Kata mereka biar nanti saya gak dibodo-bodoin orang," sebut Rahmat.

Halaman:



Close Ads X