Diet Sehat bagi Tubuh dan Lingkungan, Yuk Coba!

Kompas.com - 19/01/2019, 12:03 WIB
Ilustrasi makan sayuranpuhimec Ilustrasi makan sayuran

JAKARTA, KOMPAS.com - Kita mungkin sudah sangat akrab dengan berbagai jenis diet yang dikenal luas di tengah masyarakat.

Apalagi, bagi yang ingin menurunkan berat badan atau mempertahankan bentuk tubuh idealnya.

Namun, ternyata ada sejumlah diet yang menambah kerusakan kelestarian lingkungan.

Komisi EAT Lancet mengumpulkan puluhan ilmuwan lintas disiplin ilmu kesehatan dari berbagai negara.

Mereka mengembangkan pola makan yang tidak hanya membuat pelakunya sehat, namun juga memperhatikan produksi pangan berkelanjutan.

Secara umum, literatur menyebut pola tersebut bersifat 'win-win' atau saling menguntungkan. baik bagi manusia, maupun alam.

"Healthy dan sustainable. EAT Lancet merekomendasikan healthy diet untuk keberlangsungan alam."

Baca juga: Menilik 6 Penyebab Rasa Masih Lapar Saat Jalani Diet Keto

Demikian kata Komisioner EAT Lancet Rina Agustina dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta, Jumat (18/1/2019).

Saat ini, ketimpangan pangan masih terjadi di masyarakat.

Di satu sisi, ada masyarakat yang masih kesulitan mendapatkan makanan dengan nutrisi cukup.

Di sisi lain, ada kelompok masyarakat yang memiliki makanan berlebih sehingga terkena sejumlah penyakit tidak menular.

Jika tidak dilakukan tindakan, maka anak cucu yang mewarisi planet bumi nantinya berpotensi mengalami kekurangan gizi dan penyakit yang dapat sebenarnya dapat dicegah.

Untuk itulah, Komisioner EAT Lancet Rina Agustina mengatakan, perlu ada sebuah transformasi pola makan yang dilakukan segera.

Halaman:



Close Ads X