4 Mitos Meditasi yang Tak Harus Dipercaya

Kompas.com - 28/01/2019, 13:36 WIB
Ilustrasi meditasi Rawpixel LtdIlustrasi meditasi
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com — Meluangkan waktu untuk meditasi mungkin terdengar seperti sebuah kemewahan terhadap waktu. Padahal bisa jadi hasilnya sama penting dengan berolahraga lari atau makan sayuran sehat.

Nyatanya, kamu tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk kegiatan yang satu ini. Sisihkan beberapa menit dalam sehari untuk meditasi, dan kamu bisa lebih fokus, lebih tenang, dan lebih damai baik tubuh maupun pikiranmu.

Meski begitu, beberapa orang memiliki pandangan skeptis terhadap meditasi. Beberapa hal yang membatasi mereka untuk melakukannya adalah mitos-mitos seperti di bawah ini:

Mitos #1: Kamu harus berlatih paling tidak 20 menit setiap harinya

Kamu hanya punya 1 menit? Bagus! Gunakanlah untuk meditasi!

“Waktu pertama memulainya, aku melakukan meditasi selama 1 menit. Ambil napas 5 detik, embuskan 5 detik. Itu pemanasannya. Kemudian ulangi selama semenit. Sangat sederhana, dan kamu pasti bisa melakukannya,” kata Roxanne Sukol, dokter pengobatan preventif.

Artinya, meditasi sebenarnya tidak butuh waktu panjang. Seberapa pun sisa waktumu, kamu bisa gunakan untuk meditasi, menyadari napasmu, tubuhmu, duniamu.

Baca juga: 7 Kiat Meditasi demi Perangi Kegelisahan dalam Pikiran...

Mitos #2: Kamu harus mengosongkan pikiranmu

Tidak dapat mengosongkan pikiran? Tak masalah. Banyak praktisi meditasi mengalami pikiran yang datang berulang-ulang saat mencoba fokus.

Tujuan dari meditasi bukan untuk mengosongkan pikiran sepenuhnya. Tujuannya adalah untuk kembali menyadari pernapasanmu. Setiap kali pikiranmu mengembara, fokus lagi pada pernapasan. Dengan begitu kamu mendapatkan manfaat dari meditasi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X