Menurut dia, dehidrasi adalah salah satu faktor utamanya. Sehingga, pastikan kamu minum banyak air selama puasa dan waktu makan.
Menurut Stephanie, sakit kepala juga bisa disebabkan level gula darah yang menurun, serta hormon stres yang dilepaskan oleh otak ketika puasa.
Seiring berjalannya waktu, tubuh akan terbiasa dengan jadwal makan baru tersebut. Namun, usahakan kamu bebas dari stres.
Akibat sebelumnya kamu terbiasa makan sepanjang hari, tubuhmu mungkin akan terasa lemas dan kurang bertenaga, sebab tubuh tidak lagi mendapatkan asupan bahan bakar secara konstan.
Pastikan kamu tak melakukan banyak kegiatan yang menghabiskan terlalu banyak energi, terutama pada minggu awal.
Baca juga: Efektif Melangsingkan, Seberapa Aman Diet Puasa?
Misalnya, menghindari olahraga berat dan menggantikannya dengan jalan kaki atau yoga. Lalu, tidur lebih lama juga cukup membantu.
Perut akan memproduksi asam untuk membantu pencernaan makanan. Sehingga ketika kita tidak makan, kita bisa saja merasakan seperti rasa terbakar dalam tubuh.
Ini bisa terjadi berupa ketidaknyamanan berintensitas sedang hingga sepanjang hari.
Rasa ini akan hilang seiring berjalannya waktu.
Jadi, tetaplah mengonsumsi air putih, menopang tubuh kita tidur, serta hindari makanan berminyak dan pedas karena bisa memperburuk rasa terbakar tersebut.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.