Kompas.com - 16/04/2019, 07:12 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Banyak orang yang salah membedakan kondisi wajah yang lempap dengan yang berminyak. Ketahui cirinya karena ini bisa menentukan langkah yang tepat ketika merawat kulit.

Kulit berminyak terjadi ketika kelenjar lemak memproduksi minyak secara berlebihan. Cirinya antara lain wajah terlihat mengilap, riasan mudah luntur, dan gampang jerawatan.

Sementara kulit yang lempap akan terasa lebih kenyal dan tidak terasa kencang. Kondisi ini sebenarnya secara alami dimiliki wajah.

Menurut dr.Adhimukti T.Sampurna, Sp.KK, cara paling mudah membedakannya adalah setelah kita mencuci muka dengan sabun wajah.

“Kalau habis cuci muka kulit kita terasa lembut, berarti kelempapannya cukup. Setelah beberapa saat memang akan muncul lagi minyak terutama di T-Zone (dahi, hidung, dagu, dan pipi tengah). Kalau muncul kebanyakan di area itu, berarti memang berminyak,” kata Adhi dalam acara di Jakarta beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kulit Kering, Bisa Jadi karena Salah Pilih Sabun...

Sementara itu, kelempapan kulit atau rasa hidrasi memang akan tetap ada setelah kita mencuci muka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menjelaskan, kulit kita mudah menjadi dehidrasi atau kehilangan cairan (kelempapan) setelah kita memakai produk pembersih wajah terlalu berat.

“Setelah double cleansing atau triple cleansing, itu biasanya moisture-nya kalah. Rasanya kulit jadi kesat, kering,” ujar dokter dari klinik Bamed Skincare ini.

Tanpa kita tambahkan pelempap lagi, yang muncul adalah kelenjar minyak.

“Kalau biasanya setelah satu jam minyaknya baru muncul, ini setelah pemakaian produk yang mengeringkan baru 30 menit sudah berminyak,” katanya.

Kondisi itu terjadi karena kulit kita merespon kondisi dehidrasi itu dengan sistem darurat. Karena kelempapan belum bisa dihasilkan dalam waktu tertentu sedangkan kulit sudah terlanjur kering, maka kelenjar kulit akan mengeluarkan minyak dulu.

Yang menjadi masalah adalah jika kelenjar minyak lebih aktif dari biasanya, bisa memicu penyumbatan pori-pori dan timbul jerawat atau peradangan.

“Untuk mencegahnya, jangan pakai sabun atau toner yang membuat kulit kesat. Misalnya memilih toner yang bisa tetap melempapkan. Kalau pun ingin mengontrol minyak, pakai di T-zone saja, setelah itu gunakan pelempap wajah,” paparnya.

Sebelum beraktivitas pagi hari, jangan lewatkan penggunaan tabir surya. Jaga hidrasi kulit dengan mengonsumsi cukup cairan dan menghindari asap rokok. 

 Baca juga: Jaga Kelempapan Alami Kulit dengan Menghindari 6 Hal Ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.