Semangat Kembali ke Rutinitas Olahraga Setelah Berhenti saat Puasa

Kompas.com - 10/06/2019, 11:14 WIB
Ilustrasi treadmill DragonImagesIlustrasi treadmill

KOMPAS.com - Berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan membuat sebagian orang berhenti sejenak menjalani rutinitas olahraganya.

Selain karena adanya pergeseran waktu makan sehingga badan relatif lemas, padatnya aktivitas bersama keluarga juga menjadi alasan sulitnya meluangkan waktu untuk olahraga.

Setelah berhenti olahraga selama satu bulan, rasanya berat untuk kembali ke rutinitas asal. Lalu, bagaimana agar kita bisa kembali menyesuaikan diri ke jadwal olahraga rutin yang dijalani sebelumnya?

HR Director sekaligus instruktur Paradigm Fitness Indonesia, Jehan Islianur menyarankan agar kita mulai dari tahapan paling sederhana terlebih dahulu.

Mulailah dengan melakukan olahraga intensitas rendah, moderat, kemudian tinggi atau kembali pada intensitas yang sebelumnya biasa kita jalani.

"Badan itu kan selalu perlu penyesuaian untuk sesuatu yang baru. Ketika penyesuaian itu, pastikan mulainya step by step," kata Jehan di Jakarta beberapa waktu lalu.

Contoh olahraga intensitas rendah di pusat kebugaran adalah mind body exercise seperti yoga dan pilates.

Baca juga: Apakah Olahraga dengan Perut Kosong Efektif Turunkan Berat Badan?

Ketika tubuh sudah bisa menyesuaikan, kita bisa mulai melakukan olahraga intensitas moderat seperti latihan keseimbangan, TRX, body weight training, atau latihan kekuatan dengan beban ringan.

Jika tubuh sudah mulai terbiasa dengan rutinitas tersebut, barulah kita bisa melakukan latihan intensitas tinggi. Seperti bersepeda, squash dance, hingga kelas tinju.

Namun, jangan lupa untuk tetap memahami kondisi tubuh ketika melakukan olahraga.

"Pada dasarnya kita lah yang tahu badan kita sendiri, jadi harus disesuaikan dengan kemampuan badan masing-masing," tuturnya.

Dari segi durasi, mulailah dengan olahraga selama 30 menit dan maksimal 1 jam. Lakukan seminggu tiga kali agar badan memiliki waktu untuk menyesuaikan kembali dengan rutinitas olahraga.

Jehan mengingatkan agat jarak sesi olahraga satu dan berikutnya tidak terlalu jauh karena akan mengganggu proses penyesuaian tubuh.

"Kalau hanya seminggu sekali, begitu badannya 'on', 'switch off' nya terlalu lama. Kalau jeda terlalu panjang, kita jadi seperti mengulang lagi," kata dia.

Baca juga: IMST, Latihan 5 Menit yang Mampu Tajamkan Fungsi Otak

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X