Waspadai, Pola Tidur Pengaruhi Kontrol Gula Darah

Kompas.com - 12/06/2019, 18:02 WIB
Ilustrasi tidur RidofranzIlustrasi tidur

Hasilnya, mereka yang tidur di malam hari kurang dari lima jam atau lebih dari delapan jam memiliki kadar hemoglobin A1C yang lebih tinggi dalam darah mereka.

Kondisi ini mencerminkan kontrol gula darah yang buruk selama 2-3 bulan terakhir.

Fakta ini membuktikan, pola tidur juga berisiko buruk pada penderita diabetes atau pradiabetes.

Baca juga: Derita Pre-Diabetes, Alasan Oprah Turunkan Berat Badan

Pemimpin riset, Dr Babak Mokhlesi dari Univeristy Chicago, mengatakan kurang tidur telah lama diklaim memiliki dampak buruk bagi kesehatan.

Tapi, riset ini membuktikan tidur terlalu banyak juga memiliki efek samping yang sama untuk kesehatan.

American Academy of Sleep Medicine menyarankan orang dewasa agar tidur setidaknya tujuh jam semalam.

Di sisi lain, riset ini tidak membuktikan kebiasaan tidur memengaruhi kadar gula darah atau risiko diabetes.

Riset ini hanya menunjukkan korelasi antara risiko diabetes dan kebiasaan tidur.

Tidur selama lebih dari delapan jam semalam dapat meningkatkan risiko terkena diabetes memang belum sepenuhnya dipahami.

Namun, para ahli menyimpulkan tidur terlalu lama bisa menjadi tanda kondisi kesehatan mendasar, yang pada gilirannya menyebabkan kontrol glukosa yang lebih buruk.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X