Kompas.com - 02/07/2019, 20:37 WIB
Ruth Penado sebelum dan sesudah menjalani pola hidup sehat. womenshealthmag.comRuth Penado sebelum dan sesudah menjalani pola hidup sehat.

KOMPAS.com - Sejak usia kanak-kanak, Ruth Penado memang dikenal sebagai bocah yang chubby. Maka tak heran, dia pun dipanggil dengan sebutan Gorda.

Dalam bahasa Spanyol, Gorda berarti gendut. Ya, panggilan itu seusai dengan penampakan Ruth.

Kondisi berat badannya yang berlebih kian memuncak saat dia berada pada usia 21-23 tahun.

Bukan tak sadar, Ruth mengaku telah mencoba berbagai cara untuk mengurangi bobot tubuhnya yang jauh dari ideal itu.

Pada bulan Oktober 2014, Ruth didiagnosa mengalami hypothyroidism, sebuah kondisi ketika kelenjar tiroid tak memproduksi hormon secara mencukupi.

Baca juga: Cerita Rachel Amanda Menang Lawan Kanker Tiroid

Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai macam gejala, termasuk kelelahan dan penambahan berat badan, sebab tiroid berperan dalam fungsi metabolisme.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ruth mendapat pengobatan untuk mengatasi kondisi itu. Namun, dia tak pernah ingin untuk mengonsumsi obat seumur hidupnya, seperti yang dikatakan dokter.

Di sisi lain, kondisi tersebut menyebabkan dia makin sulit untuk menurunkan berat badannya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ruth Abigail ???????? (@ruthlesslystrong) on Jun 9, 2019 at 4:37pm PDT

Titik balik dalam hidup Ruth terjadi pada Maret 2016 saat rekan kerjanya mengundang untuk ikut dalam acara hiking di Crowders Mountain, Gastonia, North Carolina, Amerika Serikat.

"Saya selalu membayangkan bisa melakukan hiking, waktu itu saya sangat excited," kata dia.

"Namun kenyataannya, segalanya terasa lebih sulit dari yang saya bayangkan," sambung Ruth.

Berat badan Ruth kala itu lebih dari 95 kilogram.

Baca juga: Menurunkan Berat Badan 8 Kali Lebih Cepat, Apa Tipsnya?

"Ada jalur dalam track hiking itu yang saya pikir akan dengan mudah dilintasi, bahkan oleh orang berusia 70 tahun," kata dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ruth Abigail ???????? (@ruthlesslystrong) on Dec 6, 2018 at 6:23pm PST

Namun yang dialami Ruth di luar dugaannya, dan dia harus berupaya keras melewati lintasan itu.

"Semakin dekat ke puncak, semakin curam, dan saya semakin ingin menyerah," kata dia.

"Teman saya dengan sabar membantu, dan saya pun memohon kepada Tuhan untuk diberi kekuatan hingga akhirnya berhasil sampai di puncak," sambung Ruth.

Sadar

Sejak saat itu, Ruth sadar bahwa di usianya yang baru 24 tahun, dia sudah memiliki bentuk tubuh yang sedemikian buruk.

"Saya berpikir untuk melakukan sesuatu yang serius untuk memperbaiki ini, dan pada usia 70an nanti saya bisa tetap menjadi pendaki," kata dia.

Di bulan April 2016, Ruth memulai perjalanan panjangnya untuk memangkas berat badan.

Dia mempersiapkan menu makanan sehat, yang dia pelajari dari internet.  "Saya punya daftar belanja, dan saya melakukan itu dengan sungguh," kata dia.

Ruth berhenti menyantap makanan tak sehat, dan mulai menyiapkan makanan sehatnya untuk menu sepanjang minggu.

Baca juga: Penyebab Berat Badan Naik Pada Penderita Diabetes

"Saya pun memakai aplikasi MyFitnessPal untuk 'mengawasi' aktivitas dan pola makan," kata dia.

Selain itu Ruth mulai berolahraga. Dia kembali pada olahraga angkat berat, seperti apa yang pernah dia lakukan kala masih duduk di bangku SMA.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ruth Abigail ???????? (@ruthlesslystrong) on Feb 26, 2018 at 11:05am PST

"Saya memulai dengan mencari jenis workout dan mengunjungi situs weight-lifting," ujar dia.

Tak lama kemudian, dia sudah memutuskan bergabung menjadi anggota di sebuah pusat kebugaran. "Lokasinya bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari rumah saya," kata dia.

"Saya mulai mengunjungi gym setiap hari sejak saat itu," kata Ruth.

Selain ke gym, Ruth pun mengaku jatuh hati pada zumba -sebuah bentuk aktivitas tarian kardio.

Baca juga: Pria Ikut Zumba, Bakar Kalori hingga Membentuk Tubuh

"Ini bentuk menyenangkan dari workout yang pernah saya jalani," kata dia lagi.

Hasilnya pun mencengangkan. Dokter yang merawat Ruth untuk kelainan tiroid menyebut perempuan ini tak perlu lagi mengonsumsi obat.

"Saya hanya melakukan pemeriksaan berkala, dan kini sudah lebih dari tiga tahun saya tak meminum obat lagi," kata dia. 

Sejak pertama kali memilih makan sehat, hingga hari ini, Ruth sudah mampu menurunkan berat badannya hingga 32 kilogram, dengan bentuk tubuh yang kencang.

"Saya bangga," kata dia.

Namun, Ruth mengaku sepanjang dua tahun perjuangannya dengan berat badan, dia mengalami masa pasang dan surut.

"Saya pernah mengalami masa berat pada Desember 2017, hingga berat badan naik lagi sembilan kilogram."

"Saya mengalami depresi kala itu. Tetapi apakah saya merasa sedih dengan kondisi itu? Tidak. Itu bagian dari perjalanan hidup, dan tidak apa-apa," kata dia.

"Kini kebugaran membantu saya berhenti menghindar dari hal-hal yang tampaknya sulit," cetusnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.