Kompas.com - 08/08/2019, 19:05 WIB

Ilustrasi pria dan wanitacriene Ilustrasi pria dan wanita
KOMPAS.com - Pada wanita, puting menjadi media untuk memberi makan bayi secara alami demi tumbuh kembang yang sehat. Namun, tak hanya wanita, pria juga memiliki puting. Lalu pada tubuh pria, apa fungsi puting sebenarnya?

Penjelasan paling umum tentang adanya puting pada pria dan wanita dapat ditemukan selama perkembangan janin. Ketika di dalam rahim ibu, pria dan wanita mulai berkembang dari basis genetik yang sama.

Pada tahap tersebut, puting sudah terbentuk. Meski demikian, dibutuhkan delapan minggu hingga gen jenis kelamin muncul dan berubah menjadi bayi laki-laki atau perempuan.

Karena puting terbentuk lebih awal dari organ seks, sehingga ketika jenis kelamin muncul, puting tetap ada dan tak menghilang.

Baca juga: Menggunakan Tekstur Puting untuk Menenangkan Bayi

Bedanya, pada wanita puting jelas berguna saat mereka dewasa dan memiliki anak, tapi pada pria, puting biasanya tampak tak berfungsi dalam tahap kehidupan mereka.

"Pada dasarnya, pria dan wanita dibangun dari cetak biru genetik yang sama," kata ahli paleoanthropologi, Ian Tattersall pada Live Science.

"Kemudian, (mereka) berkembang ke arah yang sedikit berbeda (dalam rahim) khususnya setelah mencapai tahap pubertas," lanjutnya.

Baca juga: Hindari Risiko Kanker Payudara dengan Mengurangi Konsumsi Daging Merah

Fungsi puting pada pria

Wanita dan pria sebenarnya memiliki banyak saraf di bagian puting. Sehingga sebenarnya, sangat mudah merangsang organ ini.

Itu juga berarti, puting bisa memberi lebih banyak sensasi saat berhubungan seks.

Puting laki-laki sama sensitifnya dengan puting wanita yang dapat memicu gairah seksual. Tetapi pria justru memiliki jaringan saraf yang lebih besar di area putingnya. Ini membuat respons sensorik mereka lebih sensitif saat distimulasi.

Baca juga: Cari Tahu Penyebab Payudara Kendur

Masalah puting pria

Ketika wanita menghadapi beberapa masalah kesehatan pada payudara mereka, pria juga sebenarnya dalam beberapa kondisi berisiko mengalami penyakit yang berkaitan dengan puting susu mereka.

Salah satunya adalah galaktorea, kondisi yang terjadi akibat terlalu banyak prolaktin. Sehingga, memungkinkan pria memroduksi ASI.

Tapi, itu terjadi karena galaktorea biasanya merupakan efek dari pengobatan atau kondisi medis.

Kondisi tersebut dipicu oleh penurunan testosteron dan hormon lainnya yang tiba-tiba. Nutrisi yang buruk, fungsi tiroid yang rendah, dan gangguan kelenjar hipofisis juga dapat menyebabkan galaktorea.

Namun yang mengejutkan, stimulasi puting yang dilakukan secara sering juga dapat memicu laktasi pada pria.

Baca juga: 7 Mitos Seputar Seks yang Tak Harus Kita Percaya

Puting dapat menunjukkan masalah kesehatan

Pria juga bisa mendeteksi kanker payudara dari putingnya. Gejala penyakit ini termasuk keluarnya cairan dari puting susu, kemerahan di sekitar puting, dan pembengkakan kelenjar getah bening di bawah lengan.

Baca juga: Dikira Benjolan Biasa Ternyata Itu Kanker Payudara

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.