Kompas.com - 12/09/2019, 17:00 WIB

Anak: "Mungkin karena rasanya enak."

Ada kalanya anak mengajukan pertanyaan karena ia ingin membicarakan sesuatu, mengungkapkan teori mereka sendiri. Mereka tak selalu butuh jawaban langsung.

Meresponnya dengan mengajukan pertanyaan balik akan memberi anak kesempatan untuk mencoba menjelaskan dan ini dapat membantu anak mengasah kemampuan kritis dan kreativitasnya.

Contoh lain:

Anak: "Kenapa sih leher jerapah panjang?"

Mama: "Kira-kira menurut kamu kenapa?"

Anak: "Mungkin supaya dia menang kalau main basket".

Mama: "Hmm.. menurut mama leher yang panjang bisa membantu mereka memakan daun di pohon tinggi. Jerapah suka makan daun."

3. Menuliskannya
Jika anak mengajukan penasaran pada suatu hal dan kita tidak punya jawabannya atau tidak ada waktu untuk menjelaskannya saat itu, coba tuliskan pertanyaanya.

Bahkan anak usia dini yang belum bisa membaca atau menulis bisa mengenali ketika kita menuliskan sesuatu itu berarti sesuatu yang penting. Mereka akan merasa dihargai. Jangan lupa untuk memberitahunya jika kita sudah tahu jawabannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber Motherly
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.