Kompas.com - 15/09/2019, 08:18 WIB

KOMPAS.com - Air maupun sinar matahari sama-sama merupakan komponen penting yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi vital tubuh.

Namun, tahukah kamu bahwa minum air dalam botol yang telah terpapar matahari bisa memberi efek negatif pada tubuh?

Sebab, bahan kimia industri BPA atau bisphenol-A yang ada dalam plastik dinilai dapat membahayakan tubuh.

Namun kebanyakan botol kemasan plastik tidak mengandung bahan kimia ini. BPA lebih sering ditemukan pada botol polikarbonat.

Efek negatif lainnya ketika meminum air dalam botol adalah berpotensi menumbuhkan bakteri berbahaya karena ekstrimnya panas dari sinar matahari. Namun hal ini bergantung pada spesies bakterinya.

Baca juga: Bakteri di Dalam Mobil, Bisa Sebabkan Infeksi hingga Keracunan Makanan

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan pada jurnal Food Chemistry menginvestigasi efek paparan sinar matahari terhadap migrasi kimia pada botol air minum PET.

Para peneliti dari Arizona State University menggunakan botol air minum PET dengan air normal dan air berkarbonasi.

Botol air minum tersebut kemudian dibiarkan terkena paparan sinar matahari dan diteliti pada hari kedua, keenam dan ke-10.

Hasilnya, botol minum PET dengan air biasa tidak menunjukkan efek-efek berbahaya setelah terpapar sinar matahari dan tidak terdeteksi adanya aldehid.

Aldehid adalah salah satu kelompok senyawa karbonil yang memiliki gugus karbonil yang berikatan dengan atom hidrogen pada ujung rantai induknya.

Aldehid merupakan salah satu kelompok senyawa karbon yang memiliki gugus karbonil. Gugus tersebut terletak di ujung rantai karbon induk yang diakhiri dengan atom hidrogen.

Nah, botol minum berisi air berkarbonasi memberi efek-efek berbahaya setelah terpapar sinar matahari. Sebab, karbon dioksida dalam air dipenuhi oleh migrasi kimia.

Meski begitu, studi yang dilakukan pada 2008 menunjukkan bagaimana tingkat panas ekstrem dapat meningkatkan pelepasan antimon (kontaminan yang diatur) dalam botol PET.

Baca juga: Daur Ulang Botol Plastik Harus dengan Tutupnya, Apa Alasannya?

Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat pernah menyatakan, antimon dalam dosis ekstrem bisa menjadi racun.

Para peneliti kemudian meneliti pelepasan antimoni tersebut pada suhu berbeda.

Suhu selama musim panas, suhu di dalam mobil, suhu pada ruangan tertutup, serta garasi dinilai bisa meningkat hingga 65 derajat Celcius (di Arizona). Suhu tersebut bisa meningkatkan pelepasan antimon dari botol PET.

Tapi, hanya sedikit antimon dalam botol PET yang dilepaskan ke dalam air.

Pada 2014, para ilmuwan menemukan tingkat antimon dan BPA yang tinggi pada botol air PET di Cina.

Kemudian pada 2016, para ilmuwan di Meksiko menemukan jejak antimon dalam air.

Baca juga: Selain Penghilang Dahaga, Ini 3 Manfaat Air Mineral untuk Kesehatan

Untuk kedua studi tersebut, air sama-sama dites pada kondisi di atas suhu 65 derajat Celcius dan hasilnya lebih buruk.

Menurut Asosiasi Air Botol Internasional, botol air idealnya disimpan pada suhu yang sama dengan suhu ketika disimpan di toko atau supermarket dimana botol itu dijual.

Sebagai opsi yang lebih aman, minumlah air dari gelas kaca, tembaga atau baja karena lebih minim risiko kesehatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Boldsky
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.