Masalah Perjalanan "dari" dan "ke" Kantor Picu Karyawan "Resign"

Kompas.com - 20/09/2019, 18:43 WIB
. iStockphoto.

KOMPAS.com - Hampir satu dari empat atau sekitar 23 persen karyawan di Amerika Serikat meninggalkan pekerjaan karena masalah soal perjalanan dari dan ke kantor.

Survei digelar di sejumlah kota besar di AS, yakni Chicago, Miami, New York, dan San Francisco.

Angka itu muncul dari hasil survei firma kepegawaian global Robert Half di tahun 2018 lalu.

Kelompok milenial atau mereka yang berusia antara 18-34 tahun menduduki porsi teratas dalam jumlah karyawan yang " resign" karena alasan tersebut. Angkanya mencapai 34 persen.

Baca juga: 6 Langkah Bangkit dari Kegagalan dalam Pekerjaan

Sementara, ada 24 persen karyawan berusia 35-54  yang mundur dari pekerjaan karena alasan ini, dan 12 persen untuk kelompok usia 55 atau lebih.

Di luar kelompok umur, tercatat 28 persen karyawan laki-laki berhenti kerja karena masalah perjalanan, sementara untuk wanita mencapai angka 20 persen.

“Perjalanan dari dan ke kantor dapat memiliki dampak besar pada moral dan, pada akhirnya, keputusan karyawan untuk tetap bekerja atau meninggalkan pekerjaan."

Begitu kata Paul McDonald, Senior Executive Director Robert Half, seperti dikutip laman humanresourcesonline.net.

Dia menyebutkan, kaum profesional mungkin tidak perlu melakukan perjalanan panjang atau penuh tekanan ke kantor jika ada pilihan yang lebih baik.

Baca juga: 7 Pekerjaan yang Dapat Meningkatkan Risiko Kanker

Di sisi lain, menjawab pertanyaan apakah perjalanan ke tempat kerja membaik selama lima tahun terakhir, 39 persen merasa ada perbaikan. 

Namun, 61 persen responden mengatakan, perjalanan mereka ke dan dari kantor terasa semakin buruk atau tidak ada perubahan.

Lebih jauh, dari mereka yang merasa ada perubahan negatif dalam perjalanan mereka, enam dari 10 responden mengatakan perusahaan tidak mengambil langkah untuk mengurangi beban pada karyawan pada bagian tersebut.

"Sebenarnya, untuk membatu meringankan kesengsaraan dalam perjalanan, perusahaan dapat menawarkan opsi pekerjaan jarak jauh, penjadwalan yang fleksibel atau fasilitas transportasi," kata McDonald.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X