Kompas.com - 19/10/2019, 11:00 WIB

Para ilmuwan sebelumnya telah menciptakan kondisi yang disebut "ruam keto," setelah mempelajari tingkat peradangan kulit pada individu yang baru beralih ke pola makan keto.

Studi-studi ini berfokus pada pembatasan karbohidrat.

Mereka menduga, perubahan besar dalam pola makan bisa menjadi alasan ruam, karena tubuh orang bisa bereaksi terhadap batasan pola makan baru yang ketat.

Peneliti utama studi, Barbara Kofler, Ph.D., meyakini studi ini dapat memengaruhi cara para profesional merekomendasikan rencana makan.

"Studi ini mengarah pada pemahaman yang lebih luas tentang kemungkinan efek diet ketogenik, dengan kandungan lemak yang sangat tinggi, pada peradangan kulit."

"Juga digarisbawahi pentingnya komposisi asam lemak dalam makanan," kata dia.

Sebab, para pelaku diet keto sangat membanggakan gaya hidup yang tinggi lemak dan rendah karbohidrat.

Baca juga: Mengenal Lazy Keto, Variasi Diet Keto yang Mudah dan Sederhana

Penelitian ini sangat penting bagi banyak orang untuk memahami jenis lemak sehat tertentu yang harus diwaspadai.

Jika ada, itu menunjukkan bahwa tidak semua lemak sama.

Apa artinya untuk para pelaku keto?

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.