Kompas.com - 20/12/2019, 11:23 WIB
Ilustrasi akupunktur shutterstockIlustrasi akupunktur
Editor Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Memiliki badan yang ideal merupakan dambaan bagi setiap orang. Berbagai cara dilakukan mulai dari diet, olahraga, hingga mengonsumsi makanan yang sehat agar dapat memiliki berat badan yang diidamkan.

Selain itu, ada cara-cara lain yang diuapayakan agar seseorang bisa langsing lebih cepat. Selain sedot lemak, beberapa tahun terakhir terapi akupunktur dipercaya dapat membantu untuk menurunkan berat badan.

Dr. Hety, Sp.AK, Spesialis Akupunktur di Klinik Sakti Medika mengatakan, “Akupunktur adalah suatu teknik terapi menggunakan jarum dengan perangsangan yang ditusukan pada titik tertentu dari permukaan tubuh yang dapat berperan dalam menurunkan berat badan.”

Akupunktur merupakan terapi tradisional yang berasal dari China dan telah dikenal sejak 4.000 – 5.000 tahun yang lalu.

Hety menjelaskan, dalam penurunan berat badan, akupunktur memiliki peran melalui beberapa cara, yaitu mengatur pusat lapar kenyang di otak sehingga menurunkan nafsu makan, meningkatkan tonus lambung sehingga porsi makan berkurang, serta memperbaiki metabolisme gula dan lemak sehingga penumpukan lemak di tubuh dapat berkurang.

Baca juga: Langsing dengan Tusuk Jarum

Dalam kasus obesitas, akupunktur akan mengubah neurotransmitter di sistem saraf pusat melalui perangsangan saraf perifer di titik akupunktur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Susunan saraf pusat itu akan teraktivitasi dan mengeluarkan hormon endorfin, monoamin, dan kortisol yang akan meningkatkan mood dan memperbaiki regulasi asupan makanan.

Selain itu, penusukan di daerah lokal juga menyebabkan aliran darah meningkat sehingga metabolisme ikut meningkat.

Efek pada pengaturan sistem metabolisme ini, yaitu terjadi peningkatan siklik adenosine monofosfat yang mengaktifkan enzim lipase sehingga dapat menghancurkan lemak di tubuh.

Efek samping setelah melakukan terapi akupunktur adalah memar dan kebiruan di area yang ditusuk. Namun, hal ini normal terjadi pada tubuh, tidak ada tanda bahaya yang lebih dari memar ini.

Menurut Hety, dalam beberapa hari setelah terapi maka memar itu akan hilang dengan sendirinya.

Walau membantu, Hety juga menjelaskan, terapi akupunktur ini harus diimbangi dengan kepatuhan tinggi untuk menjalani gaya hidup sehat termasuk mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, minum air putih 2 liter sehari, rutin berolahraga, serta tidur cukup berkualitas.

“Setelah melakukan terapi. Ya dijaga makan dan minumnya, jangan minum yang manis–manis dan selalu menghitung kalori makanan yang dikonsumsi,” ungkapnya.

Selain mendapatkan tubuh yang ideal, terapi akupunktur juga diklaim dapat mengobati beberapa penyakit lain, seperti kecemasan berlebih, kelumpuhan pasca-stroke, insomnia, dan baby blues syndrome. (Renna Yavin)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.